-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id
TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 56 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253434
2nd Working Group on Agriculture Cooperation Indonesia-Argentina di Bidang Pertanian PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Tajul Iflah   
Rabu, 06 Maret 2019 07:30

Bertempat di Ballroom Istana Hotel Salak-Bogor, 4 Maret 2019 Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melakukan 2nd Working Group on Agriculture Cooperation (WGAC) yang kali ini bersama delegasi dari Argentina. Pertemuan kali ini bertujuan untuk mempertajam poin-poin yang terdapat dalam proposal kerjasama yang telah disetujui. Beberapa diantaranya dengan menawarkan bentuk kerjasama yang lebih sejalan dengan Program Nasional untuk lebih meningkatkan produksi jagung nasional. Usulan kerja sama yang ditawarkan kali ini adalah Demfarm on Farmer Corporate-Based of Maize Bioindustry.

Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari kedua negara. Dari Argentina dihadiri Sekretaris Pangan dan Bioekonomi dari Kementerian Pertanian Argentina Mr. Andrés Murchison yang juga sebagai ketua delegasi. Selain itu dalam rombongan juga hadiri Mr. Santiago Bonifacio yang merupakan Direktur Kerjasama dan Negosiasi Bilateral Argentina, Mr. Miguel Donatelli sebagai Koordinator Hubungan Internasional Keamanan Pangan dan Pelayanan Kualitas Argentina, Mr. Ricardo Bartosik yang merupakan perwakilan dari INTA dengan bidang keahlian pascapanen biji-bijian. Selain itu mereka juga didampingi oleh Duta Besar Argentina untuk Indonesia Mr. Leandro Waisman dan dua orang dari Sektor Perdagangan Kedubes Argentina di Indonesia Michael Gultom dan Cecep Arsudin.

Delegasi dari Indonesia diketuai oleh Dr. Ade Candra yang juga Kepala Biro KLN ini didampingi oleh beberapa staf dari Litbang lainnya seperti Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ir.Syafaruddin Ph.D., Kepala Balai Tanaman Serealia (Balitsereal) Dr. Muhammad Azrai, peneliti dari Balitsereal Dr. Muhammad Aqil, peneliti dari BB Pasca Panen Hoerudin Ph.D., Kepala Bidang KSPHP BB Mekanisasi Pertanian Dr. Agung Prabowo, Kepala Bidang KSPHP BB Biogen Dr. Sustiprijatno, peneliti dari Loka Sapi Potong Yenni Nur Anggraeni, Kepala Bagian Kerja Sama, Hukum, Organisasi dan Humas Sekretariat Balitbangtan Ir. Erlita Adriani, MBA dan Kepala Subbagian Kerjasama Balitbangtan Nuning Nugrahani, S.Pt., M.Si.

Sebelum masuk dalam sesi diskusi, masing-masing delegasi berkesempatan memaparkan kondisi perkembangan riset masing-masing kedua negara terkait tema diatas. Delegasi Argentina sangat terbuka dengan permintaan kerja sama yang lebih sesuai dengan program nasional. Tim Delegasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menganggap kegiatan ini lebih aplikatif sehingga berpotensi untuk berjalan sesuai rencana dan sinkron karena memang dibutuhkan oleh kedua pihak.

Peluang kerjasama dengan Argentina ini tentunya menjadi bagian dari upaya Balitbangtan untuk mewujudkan MOUnya dengan National Agricultural Techonology Institute (INTA), sehingga tidak saja satu Unit Kerja yang tertentu yang terlibat namun juga beberapa Unit Kerja lingkup litbang kedua negara sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama Balittri tidak hanya dihadiri oleh kepala balainya saja, namun juga menghadirkan sejumlah produk-produk inovasi berupa aneka produk olahan kopi, kakao, biofungisida, insektisida nabati dan biofertilizer. Lebih lanjut Kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D menjelaskan bahwa produk inovasi yang telah dihasilkan Balittri mungkin memiliki beberapa kesamaan dengan yang telah dihasilkan INTA, namun materi genetik yang digunakan keduanya jelas berbeda sehingga akan ada kekhasan dari produk yang dihasilkan. Produk inovasi dari Balittri yang ditampilkan dalam acara ini mendapat apresiasi yang cukup besar oleh para peserta yang hadir, terbukti dengan kerumunan yang berpusat hanya di display Balittri. Para peserta juga akan mengikuti fieldtrip keesokan harinya (Selasa, 5 Maret 2019) ke Balittri untuk mengurangi rasa penasaran mengenai asal usul semua produk inovasi tersebut dihasilkan. Semoga di masa mendatang, Balittri juga dapat menjadi bagian dari kerjasama Balitbangtan-INTA sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

 

Artikel terkait