-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Kalender Tanam
perpus_digital
Ejurnal
Saber Pungli
TV-TANI
satu-layanan
Lapor.go.id
WBS
PPID
SKM
WBK

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 46 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1012460
Konsolidasi KP. Cahaya Negeri sebagai TTP Unggulan Nasional PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Ilham N. A. Wicaksono   
Selasa, 19 Maret 2019 07:30

Taman Teknologi Pertanian (TTP) merupakan wahana penerapan inovasi teknologi langsung ke areal kawasan lahan pertanian milik pemda dengan areal pengembangan milik masyarakat yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. KP. Cahaya Negeri yang merupakan salah satu kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) merupakan satu-satunya TTP yang lahannya bukan milik pemda. Tujuan dibangunnya TTP di KP. Cahaya Negeri adalah menjadi acuan dari TTP di seluruh Indonesia yang diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 2019, tim TTP yang dikoordinir oleh penanggung jawab TTP, Dr. Samsudin beserta anggota, Eko Heri Purwanto, MSc; Ilham NA Wicaksono, MSi; serta Ida Komariah bertolak ke Kebun Percobaan (KP) Cahaya Negeri, di Lampung Utara. Tim berupaya menyusun desain rancang bangun pembangunan TTP. Agenda utamanya adalah menyelaraskan tujuan TTP dengan kegiatan yang akan dikerjakan di KP. Cahaya Negeri. Ada 3 tujuan yang digunakan tim sebagai indikator kinerja.

Tujuan yang pertama adalah TTP sebagai tempat untuk penerapan teknologi pertanian hulu hilir berwawasan agribisnis bersifat spesifik lokasi. Untuk menunjang tujuan ini maka tim merumuskan aspek apa saja yang akan diambil. Komoditas utama yang sesuai dengan lokasi sekitar adalah kakao, kopi dan lada. Aspek prioritas di awal tentunya yang terkait dengan perbenihan. Untuk kakao dipersiapkan kebun induk dan kebun entres, kopi robusta kebun entres dan lada dengan koleksi pohon induk. Lada walaupun bukan komoditas mandat tetap digunakan karena koleksi klon unggul masih tersedia, sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, dan mampu menyediakan benih dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Aspek lainnya adalah aplikasi dari teknologi budidaya yang ramah lingkungan. Dan yang terakhir terkait dengan pengolahan menjadi produk akhir yang mempunyai nilai tambah.

Tujuan kedua adalah TTP sebagai tempat percontohan dan penerapan inovasi teknologi yang telah dikembangkan di TSP. Balittri selain mendapat mandat TTP juga ditugaskan membangun TSP di KP. Pakuwon sehingga mempermudah transfer inovasi teknologi. Beberapa hal yang akan diangkat sebagai unggulan antara lain adalah penggunaan varietas unggul kakao BL50, varietas unggul kopi robusta Korolla 1 sampai 4, teknologi perbanyakan kopi Robusta stek berakar, penggunaan pupuk hayati, pestisida nabati biotris, dll. TTP yang menerapkan inovasi teknologi secara tepat dengan sendirinya akan menjadi pusat rujukan petani/masyarakat sekitar. Diharapkan petani/masyarakat dapat menyerap dan mengaplikasikan inovasi teknologi tersebut dalam skala yang lebih luas.

Tujuan yang terakhir yaitu TTP sebagai tempat pelatihan, pemagangan, inkubasi kemitraan usaha, dan diseminasi teknologi. Keberhasilan pembangunan TTP bermuara pada transfer inovasi teknologi ke pengguna dalam hal ini masyarakat sekitar atau petani. Untuk itu perlu dipersiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan pelatihan. Pelatihan dalam bentuk bimbingan teknis akan sukses bila sarana seperti komputer dan infocus tersedia lengkap dan ditunjang dengan prasarana yang memadai. Kegiatan magang juga lebih mudah dengan pengawalan dari peneliti dan teknisi yang handal. Selain aspek teknis, hal yang juga harus diperhatikan adalah sisi ekonomisnya. TTP harus mampu mandiri dan menghasilkan profit. Caranya dapat ditempuh dengan membangun kemitraan diberbagai aspek, diantaranya adalah perbenihan, pupuk hayati, pesnab, produk olahan, dll. Jika hal itu terlaksana, maka pada akhirnya inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan dapat terdiseminasi dengan baik. Harapannya kesejahteraan petani atau masyarakat sekitar juga semakin meningkat.