-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 68 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253249
Terjun Langsung, Balittri Masif Berikan Pendampingan Bagi Petani Kopi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dewi Nur Rokhmah dan Lia Anggraini   
Rabu, 20 Maret 2019 07:30

Indonesia merupakan negara penghasil kopi dengan kekayaan alam yang khas membuat cita rasa kopi yang beragam. Berbagai varietas kopi tersebar mulai dari barat pulau Sumatera hingga timur pulau Papua. Untuk mencapai keberhasilan pengembangan tanaman kopi diperlukan upaya pembangunan dengan melaksanakan teknik budidaya yang baik. Perawatan tanaman menjadi salah satu kunci termasuk kunci menjaga produktivitas kebun kopi.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada petani kopi di Kabupaten Bandung dan Sumedang. Dalam hal ini, Disbun Jabar bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) untuk memberikan pendampingan berkaitan dengan teknologi pemupakan ramah lingkungan pada tanaman kopi. Bimtek ini dilakukan di 6 wilayah di Provinsi Jawa Barat, diantaranya di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Kegiatan Bimtek di Kabupaten Bandung dilaksanakan di Desa Cisandari, Kecamatan Pasirjambu pada tanggal 19 Februari 2019. Peserta Bimtek adalah petani kopi yang tergabung dalam kelompok tani Honesland. Sedangkan Bimtek di Kabupaten Sumedang diikuti oleh petani kopi yang tergabung dalam kelompok tani Ciseda, berlokasi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Pamulihan. Bimtek di Kabupaten Sumedang ini dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019.

Peneliti Balittri, Dewi Nur Rokhmah, S.P., M.Sc. mengatakan bahwa sistem pertanian dengan metode Good Agricultural Practices (GAP) memiliki banyak keuntungan. Selain meningkatkan produksi produktivitas tanaman kopi, juga meningkatkan mutu hasil, dan yang tak kalah penting adalah untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Pada kesempatan kali ini, Dewi berkesempatan memberikan pengarahan mengenai pemupukan pada tanaman Kopi yang ramah Lingkungan dan juga praktek pemupukan sesuai GAP.

Sebagian petani kopi di kelompok tani Honesland Kabupaten Bandung dan kelompok tani Ciseda sudah menerapkan pemupukan organik disamping pupuk Kimia. Akan tetapi sebagian besar pelaksanaan nya belum sesuai dengan GAP. Dengan adanya Bimtek ini, petani kopi diperkenalkan dan didorong untuk menerapkan budidaya kopi sesuai GAP dan menerapkan pemupukan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Petani kopi di kedua kelompok tani berharap Balittri melakukan pendampingan secara berkelanjutan terhadap pengembangan komoditas kopi di daerah mereka.

 

Artikel terkait