-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
WBK
PPID
Lapor.go.id
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan
pui-balittri
Pakar Kopi
WBS
Sigap UPG
SKM
Ejurnal
Saber Pungli

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 44 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1150309
Tanaman Kemiri Sunan, Antara Energi dan Konservasi Bersinergi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Henri Krismawan dan Arinto Heru SW   
Kamis, 21 Maret 2019 07:30

Ketersediaan bahan bakar minyak semakin menipis, oleh karena itu dibutuhkan bahan bakar alternatif. Tanaman bioenergi pada dasarnya terbagi tiga, yaitu tanaman penghasil minyak (biodiesel), karbohidrat atau gula (bioetanol), dan biomassa (bagasse). Biji kemiri sunan (Reutealis trisperma) merupakan salah satu bahan yang memiliki potensi cukup besar untuk dijadikan biodiesel, karena inti bijinya memiliki kandungan minyak mentah yang cukup tinggi yaitu sekitar 56%. Kemiri sunan bisa ditanam oleh siapa saja, perorangan atau perusahaan. Salah satu wilayah pengembangan kemiri sunan yang dilakukan pendampingan oleh Lembaga Strategi Pembangunan Berkelanjutan Jogjakarta berada di wilayah Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul dan di Kawasan Gunungkelir Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Pengembangan tanaman kemiri sunan saat ini sudah berumur kurang lebih 4 tahun dengan beberapa tanaman sudah mulai belajar berbuah.

Jumlah tanaman kemiri sunan di Kecamatan Pleret saat ini berjumlah sekitar 700 pohon yang berada di lereng perbukitan. Sedangkan kemiri sunan yang berada di Kecamatan Panggang kurang lebih berjumlah 350 pohon yang berada di sela-sela bebatuan, penanaman pertama kali di Kecamatan Panggang ini tersebar di Dusun Tembelang, Dusun Wiloso, Dusun Bolang, dan Dusun Song Gubuk yang kesemua wilayah tersebut awal penanamannya di inisiasi oleh Arinto HS dari LSPB Jogjakarta. Tanaman kemiri sunan selain merupakan tanaman penghasil buah sebagai bahan baku biodiesel juga dapat dijadikan tanaman konservasi yang mempunyai ketahanan terhadap kondisi tanah marginal kurang adanya unsur hara, hal ini terlihat pada beberapa tanaman yang dapat tumbuh disela-sela bebatuan dan mampu bertahan disaat musim kemarau papar Dr. M. Nurcholis selaku tenaga ahli bidang dan dosen Ilmu Tanah di UPN Veteran Yogyakarta. Di sisi lain menurut Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ir. Syafaruddin, Ph.D., beberapa tanaman kemiri sunan yang mengalami pertumbuhan tidak serempak disebabkan karena faktor kondisi tanah atau kesuburan tanah yang berbeda-beda, sehingga dalam beradaptasi untuk tumbuh ada beberapa faktor penghalang seperti akar tanaman sulit untuk menembus bebatuan kapur yang berada di lahan Kecamatan Panggang tersebut.

Saat ini selain di Kecamatan Panggang, pengembangan kemiri sunan juga di kembangkan pada kawasan perbukitan dan lereng-lereng di Gunung Kelir Kecamatan Pleret selain tujuan utama ke depan sebagai bahan baku energi terbarukan biodiesel, juga kembangkan sebagai tanaman konservasi lahan, hal ini karena tanaman kemiri sunan memiliki habitus dengan tajuk yang rindang, batang yang kokoh, dan sistem perakaran yang dalam. Sehingga memberikan harapan baik sebagai tanaman yang berfungsi ganda di samping sebagai tanaman konservasi untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis, juga mampu menahan benturan air hujan yang dapat mencegah kerusakan tanah akibat erosi, papar Direktur LSPB Henri Krismawan, SP., MM. Kebutuhan akan minyak bumi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan sejalan dengan pembangunan yang terjadi di Indonesia. Namun, disadari ternyata cadangan terhadap minyak bumi yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Oleh karena itu, harus dipikirkan energi alternatif yang dapat dikembangkan sebagai substitusinya. Sebagai salah satu bentuk alternatif energi yang dapat menggantikan minyak bumi untuk kebutuhan masyarakat adalah Bahan Bakar Nabati (BBN), dan tanaman kemiri sunan adalah salah satu solusinya.

LSPB Jogjakarta berkeinginan berperan dalam pengembangan energi alternatif untuk BBN tersebut, sehingga ke depan berharap mampu bekerjasama baik dengan sektor pemerintah, sektor akademisi maupun sektor swasta dan perusahan untuk bekerjasama dalam membangun kemitraan dalam pengembangan energi terbarukan seperti komoditas tanaman kemiri sunan maupun komoditas-komoditas lainnya.

 

Artikel terkait