-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
Lapor.go.id
SKM
Saber Pungli
perpus_digital
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Kalender Tanam
TV-TANI
WBK
Sigap UPG
pui-balittri
PPID

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 53 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1197021
Kegiatan Pelatihan Teknologi Budidaya Kakao di Palangkaraya PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Kurnia Dewi Sasmita   
Rabu, 27 Maret 2019 07:30

Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan alternatif selain kelapa sawit dan karet yang dikembangkan di Kalimantan Tengah. Pengembangan kakao di Kalimantan Tengah dilakukan sejak tahun 1999 melalui program Pengembangan Perkebunan Wilayah Khusus (P2WK) kakao. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, areal pertanaman kakao di Kalimantan Tengah sampai tahun 2017 seluas 2.138 ha. Tahun 2019 ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan melakukan program perluasan lahan pengembangan kakao. Dalam upaya mendukung program pengembangan kakao di provinsi tersebut, maka Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan acara Pelatihan Teknologi Budidaya Kakao di Palangkaraya.

Acara Pelatihan di selenggarakan pada tanggal 15-16 Maret 2019 di Hotel Royal Global Jl. Tjilik Riwut Palangkaraya. Dalam acara tersebut, Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah menghadirkan narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) yaitu Dr. Kurnia Dewi Sasmita (peneliti) dan Ditjenbun Mangantar David, SP. MP. (Kepala Seksi Pengembangan Tanaman Penyegar). Peserta yang hadir adalah petani dan pendamping (tenaga penyuluh atau dari dinas terkait) yang berjumlah 28 orang.

Kegiatan  tersebut diawali dengan pemaparan tentang Program Pengembangan Kakao di Kalimantan Tengah oleh Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Disbun Ir. Mathius Hosang, M.Si. Dalam acara tersebut dipaparkan tentang rencana pengembangan kakao di Kalimantan Tengah TA 2019. Sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah tentang perlunya diversifikasi tanaman unggulan yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal, maka dipilih komoditas kopi dan kakao untuk prioritas dikembangkan Disbun pada TA 2019. Lebih lanjut Ir. Mathius Hosang, M.Si menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Tengah berencana melakukan perluasan area pertanaman kakao seluas 200 ha di Kabupaten Barito Utara.

Acara selanjutnya adalah pembukaan pelatihan dengan laporan dari panitia pelaksana kegiatan dan pembukaan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Ir. Rawing Rambang, MP. Acara dilanjutkan dengan sesi pelatihan oleh narasumber dari Balittri tentang Teknologi Budidaya Kakao dan Hama Penyakit Kakao. Dalam sesi pelatihan ini dipaparkan berbagai materi teknis budidaya mulai dari penyiapan bahan tanam, pemilihan lokasi pengembangan, teknis penanaman dan pemeliharaan hingga panen serta pengendalian hama dan penyakit utama pada kakao. Sesi dilanjutkan pada hari berikutnya pada tanggal 16 Maret 2019 dengan pemaparan tentang Kebijakan Perkakaoan Nasional oleh Mangantar David, SP. MP. dari Ditjenbun. Beliau menyampaikan tentang program pengembangan kakao nasional sejak TA 2018-2019 adalah kegiatan peremajaan dan perluasan kakao. Pada tahun 2019, akan dilakukan peremajaan kakao seluas 6.660 ha di 10 provinsi (Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Tengah, Suawesi Selatan, Sulawesi Utara, Bali, Gorontalo, Papua Barat, dan Sulawesi Barat). Selain itu akan dilakukan kegiatan perluasan yaitu seluas 1.340 ha di Provinsi Kalimantan Tengah (200 ha), NTB (270 ha), NTT (600 ha), Papua (270 ha). Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab/diskusi dengan peserta pelatihan. Beberapa petani dan pendamping mengajukan pertanyaan tentang pemilihan lokasi pengembangan, pengendalian hama dan penyakit, waktu panen, dan penyediaan benih/bibit. Acara kemudian ditutup oleh Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya.

 

Artikel terkait