-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 52 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290502
Prioritas Riset Nasional (PRN) Sebagai Perwujudan Keterpaduan Lembaga Riset Nasional Menuju Inovasi Terdepan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Tajul Iflah   
Jumat, 12 April 2019 07:30

Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 Flagship Nasional, diperlukan pembahasan dan koordinasi lintas institusi terutama dalam hal penetapan breakdown structure dan kebutuhan alokasi anggaran untuk masing-masing kegiatan. Terkait hal tersebut, telah dilaksanakan rapat koordinasi di Ruang Rapat Bimasakti Lt.3, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada Senin (8/4). Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dihadiri oleh beberapa kementerian, lembaga riset dan akademisi seperti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pertanian (Kementan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (Unibraw), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan beberapa Badan Usaha seperti PT. Barata, PTPN III, PT. Pindad, PT. Krakatau Steel.

 

Pembahasan mengenai PRN 2020-2024 telah dilakukan di berbagai lini institusi riset dengan tema pembahasan sesuai tugas, pokok dan fungsi masing-masing institusi. Kali ini agenda pembahasan PRN flagship adalah teknologi bibit perkebunan dan alat pengolah makanan hasil perkebunan. Dalam pertemuan ini masing-masing perwakilan berkesempatan memaparkan roadmap riset yang akan dikerjakan pada tahun anggaran 2020-2024 dan akan saling mendukung di antara kementerian, lembaga, akademisi dan badan usaha terkait. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) merupakan salah satu satuan kerja di bawah Kementan yang mendapat amanah kegiatan riset tanaman perkebunan dari benih hingga menghasilkan produk olahan juga ikut terlibat langsung dalam pertemuan ini. Pemaparan roadmap riset dilakukan oleh Kepala Balai Ir. Syafaruddin, Ph.D yang menjelaskan target capaian riset di segala bidang ilmu hingga tahun 2024.

Di akhir acara juga dibacakan hasil rumusan dari pertemuan flagship teknologi bibit perkebunan dan alat pengolah makanan hasil perkebunan, dimana matriks mengenai pemetaan kompetensi, pemetaan outcome, dan infografis akan disusun oleh Kementan di bawah Badan Penelititian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Untuk flagship PRN teknologi bibit/benih kelapa sawit, kopi, kakao, tebu, teh, dan karet, dikoordinasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), dan untuk flagship PRN peralatan mesin pertanian pemanenan tebu dan pengolahan kopi rendah akrilamid dikoordinasi oleh BBP Mektan.

 

Dalam pertemuan ini Bappenas sebagai penyelenggara berkewajiban mengumpulkan seluruh pihak untuk menkonfirmasi komitmen terhadap prioritas riset nasional yang akan menjadi masukan bagi RPJMN 2020-2024 serta menyusun rekomendasi untuk dilaporkan dalam rapat koordinasi tingkat atas (Ratas). Selain itu pihak Bappenas juga mengingatkan semua pihak yang terlibat agar dapat memanfaatkan waktu untuk mematangkan kegiatan PRN ini guna dilaporkan pada pimpinan dalam Ratas yang akan datang.

 

Artikel terkait