-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
Lapor.go.id
SKM
Saber Pungli
perpus_digital
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Kalender Tanam
TV-TANI
WBK
Sigap UPG
pui-balittri
PPID

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 30 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1197037
Peran Serta Balittri dalam Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Budidaya Kopi Arabika di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Jawa Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Sakiroh   
Senin, 22 April 2019 07:30

Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten penghasil komoditas kopi di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 tercatat tingkat produksi kopi di Kabupaten Garut adalah sebesar 2.282 ton pertahun dengan memanfaatkan lahan seluas 4.189 ha yang tersebar pada 35 wilayah kecamatan di Kabupaten Garut. Tanaman kopi yang ditanam petani di Desa Margamulya kecamatan Cikajang Kabupaten Garut adalah kopi Arabika (kopi Sigarar Utang dan kopi Arabika Garut Kuning), jenis kopi ini cocok ditanam di dataran tinggi. Kecamatan Cikajang memiliki ketinggian tempat 1.200-1.300 meter di atas  permukaan laut sehingga cocok untuk ditanami kopi Arabika.

Upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kopi di Kec. Cikajang, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) kembali bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan teknologi budidaya (GAP) pada tanaman kopi, Peneliti Balittri yang ditugaskan Sakiroh, SP. yang diikuti oleh 50 orang petani. Acara Bimtek diselenggarakan pada tanggal 09 April 2019 di rumah kelompok tani Motekar dengan ketua kelompok tani Iwa Kustiwa.

Bimtek dipandu oleh Petugas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat oleh Agus Cahyadi, SP (staf Bidang produksi) dan Dinas Pertanian kabupaten Garut dibawah Bidang perkebunan. Kegiatan bimtek diikuti oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat  (2 orang), Dinas Pertanian Tanaman Pertanian Garut (5 orang), penyuluh (3 orang), tenaga harian lepas (THL) (1 orang) dan petani 39 orang. Materi yang disajikan terdiri dari: Budidaya kopi, cara menghitung populasai tanaman, pemangkasan kopi, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Kemudian dilanjutkan dengan praktek di kebun petani dengan penerapan pola tanam kopi-sayuran (kebun Mamat), kopi dengan tanaman jeruk (kebun Iwan) dan kopi tanpa naungan (kebun Wanda). Praktek yang dilaksanakan pemangkasan dan cara pemupukan.

Dalam sesi diskusi terungkap bahwa petani sangat antusias mengikuti Bimtek, hal tersebut tergambar dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan berbagi pengalaman tentang teknik budidaya dari mulai teknik budidaya, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit.

 

Artikel terkait