-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 35 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290529
Balittri Menjadi Sumber Rujukan pada Pertemuan Teknis Penerapan Teknologi Budidaya (GAP) untuk Tanaman Kopi di Cililin, Bandung Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Selasa, 23 April 2019 07:30

Pertemuan Teknis Penerapan Teknologi Budidaya (GAP) pada Tanaman Kopi bertujuan untuk menunjang peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kopi di Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pertemuan Teknis tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 April 2019 di Aula Balai Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Kampung Cakakak, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Bandung Barat yang diikuti oleh 55 orang peserta anggota kelompok tani Lemabang Sejahtera dan Tani Mukti, yang berasal dari Desa Muka Payung, Kecamatan Cililin.

Pertemuan Teknis dibuka dengan sambutan dari Kepala BP3K Acep Yusup, SP, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat yang diwakili oleh Ir. Dedi Ridwan, M.M selaku Kepala Bidang Perkebunan, dan Agus Cahyadi, SP yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Sebagai acara puncak adalah pemaparan Teknologi Budidaya (GAP) Tanaman Kopi yang disampaikan oleh Ir. Handi Supriadi, Peneliti Ahli Utama dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri).

Petani sangat antusias mengikuti pertemuan teknis, karena informasi yang disampaikan oleh nara sumber merupakan inovasi teknologi budidaya yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengelola kebun kopi mereka. Berdasarkan hasil diskusi dan peninjauan ke kebun petani terungkap bahwa petani di Desa Muka Payung, umumnya belum menerapkan teknologi budidaya tanaman kopi yang sesuai dengan GAP, kondisi tersebut menyebabkan produktivitas tanaman kopi di daerah ini hanya mencapai 600 – 700 kg/ha/tahun.

Setelah selesai pemaparan, dilanjutkan dengan praktek di kebun petani. Tanaman kopi yang ditanam petani di daerah ini yaitu kopi Robusta dan Arabika, yang ditanam di bawah tegakan tanaman pinus. Umumnya tanaman kopi Robusta di daerah ini dapat beradaptasi dengan penaung tanaman pinus, dengan tingkat naungan 70% (jarak tanam 3 x 3 m) sedangkan tanaman kopi Arabika pertumbuhan dan produksinya buruk (mengalami etiolasi). Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kopi Robusta maka perlu dilakukan pemangkasan dan pemupukan, sedangkan kopi Arabika perlu direhabilitasi dan penjarangan tanaman penaung pinus.

 

Artikel terkait