-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 176 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290407
Penilaian dan Penetapan Kebun Entres Kakao: Menuju Tersedianya Benih Unggul Kakao di Sulawesi Tengah PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Ilham Nur Ardhi Wicaksono   
Kamis, 25 April 2019 07:30

Benih unggul bermutu merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan pengembangan kakao. Bahan tanam kakao dapat dikembangkan secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif menggunakan bahan tanam berupa biji yang bersumber dari kebun benih yang telah diketahui tetuanya dan bersertifikat. Sedangkan vegetatif atau klonal dapat dilakukan dengan sambung pucuk, sambung samping, okulasi, setek dan kultur jaringan. Sumber dari bahan tanam klonal adalah entres yang berasal dari kebun entres yang telah ditetapkan. Kebutuhan benih di wilayah pengembangan kakao akan meningkat setiap tahunnya sehingga setiap wilayah tersebut diharapkan mempunyai kebun entres sendiri supaya menjamin ketersediaan dan distribusi benih unggul. Setiap daerah yang mempunyai kebun entres dan memenuhi syarat berdasarkan Kepmentan No 25/Kpts/KB.020/5/2017 bisa diajukan untuk dinilai dan ditetapkan.

Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, pada tanggal 9-12 April 2019 di wilayah Kabupaten Poso. Tim terdiri dari pemulia kakao Balittri Ilham Nur Ardhi Wicaksono, S.P., M.Si., Muhamad Subhi S.TP., M.P. dari Direktorat Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, dan Abdul Haris Hadju dari PBT UPT Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi kebunnya berada di Kecamatan Pamona Selatan dan Poso Pesisir Selatan. Di Pamona Selatan terdapat 6 kebun yang dinilai, jenis klon yang digunakan adalah MCC 02 dengan jarak tanam 3 x 3 meter dan naungan gamal. Kondisi pertanaman cukup baik namun terkendala jumlah naungan yang masih kurang. Solusinya naungan harus ditambah dan akan dievaluasi kembali oleh dinas setempat. Sedangkan di Poso Pesisir Selatan dari 2 kebun yang diajukan hanya satu yang dinilai, hal ini disebabkan karena pada kebun yang ditolak terdapat dua jenis klon dalam blok yang sama. Jenis klon yang digunakan juga sama yaitu MCC 02 dengan naungan gamal, kelapa dan jeruk. Dari hasil penilaian ada 7 kebun petani yang berdasarkan penilaian sudah memenuhi persyaratan sesuai Permentan dan direkomendasikan untuk ditetapkan.

Dalam penilaian di lapangan, tim juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno, S.P., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh tim dan berharap semua lokasi yang dinilai dapat ditetapkan. Pihak dinas sendiri memang sedang mengawal pengembangan kakao yang diintegrasikan dengan tanaman lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi diantaranya durian dan jeruk. Mengingat lokasi Poso yang terkenal sebagai tempat wisata maka apabila pengembangan integrasi kakao dengan tanaman buah sudah terlaksana dapat diarahkan menjadi agrowisata. Di sisi lain, tim berpesan supaya penanaman kebun produksi kakao tidak hanya menggunakan satu jenis klon saja yaitu MCC 02 seperti yang banyak ditemui di lapang, namun juga menggunakan klon lain diantaranya MCC 01, Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 supaya stabilitas hasil lebih baik dan membentuk pola ketahanan yang horizontal. Diharapkan dengan adanya kegiatan penilaian dan penetapan kebun entres ini dapat memenuhi kebutuhan benih unggul di wilayah Sulawesi Tengah dan mampu mensejahterakan petani.

 

Artikel terkait