-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Lapor.go.id
pui-balittri
TV-TANI
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 101 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290352
Bimtek Pembuatan Pupuk Organik untuk Budidaya Kopi di Desa Pangauban dan Cipaganti, Garut yang Didukung oleh Little Fireface Project PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Kurnia Dewi Sasmita   
Senin, 29 April 2019 07:30

Budidaya kopi organik saat ini sedang dikembangkan di desa Pangauban dan mulai dirintis di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kab. Garut. Program pengembangan kopi organik ini didukung dan disponsori oleh Little Fireface Project. Projek ini dimulai tahun 2017 dengan bertujuan untuk melindungi Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dari kepunahan melalui penelitian, pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah konservasi. Little Fireface Project mempelajari ekologi perilaku kukang dan menyampaikannya melalui program pendidikan, dengan maksud meningkatkan rasa empati dan memberdayakan masyarakat, serta membantu dalam penegakkan hukum.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah pemberdayaan masyarakat petani sekitar wilayah konservasi untuk pengembangan kopi organik. Dalam rangka program tersebut, maka tim dari Little Fireface Project pada tanggal 21-23 April mengundang narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) untuk memberikan bimbingan teknis (Bimtek) teknologi pembuatan pupuk organik. Balittri mengirimkan tim untuk menjadi narasumber yaitu : Dr. Kurnia Dewi Sasmita, Sakiroh, SP. Msc, dan Hendra Ginanjar, S.Farm. Agenda pada hari pertama bimtek adalah pemaparan tentang teknologi pembuatan pupuk organik di SDN Cipaganti yang diikuti oleh 56 petani dari kelompok tani Berkah Tani dan Tani Mukti dengan didampingi oleh tim  Little Fireface Project sebanyak 7 orang.

Pada hari kedua diadakan praktek pembuatan pupuk organik padat dan cair di Desa Pangauban yang diikuti oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani Berkah Tani. Dalam acara ini petani diberikan pelatihan dalam membuat pupuk organik cair dan limbah kotoran ternak, limbah sayuran, kulit buah kopi dan pangkasan tanaman penaung Suren. Saat ini kelompok Berkah tani merupakan satu-satunya kelompok yang mengembangkan kopi organik di Kabupaten Garut. Kelompok tani ini sudah memiliki alat-alat produksi pupuk organik dari bantuan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat. Rencana selanjutnya kelompok Berkah Tani akan memproduksi pupuk organik secara kolektif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk anggota kelompok tani khusus petani kopi.

Agenda selanjutnya pada hari ke tiga, kegiatan bimbingan praktek pembuatan pupuk organik dilaksanakan di Desa Cipaganti yang dihadiri oleh petani dari kelompok tani Tani Mukti. Seperti hari sebelumnya, dalam acara ini petani melakukan praktek membuat pupuk organik cair dari limbah kotoran ternak, limbah sayuran, kulit buah kopi dan pangkasan tanaman sayuran yang tersedia di sekitar kebun kopi. Pelaksanaan Bimtek ini berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para petani kopi dan memotivasi petani untuk melakukan budidaya secara organik.

 

Artikel terkait