-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 175 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290426
Evaluasi Capaian Inovasi Program Pertanian B100 dalam Rapat Konsolidasi Kementerian Pertanian PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Tajul Iflah   
Selasa, 14 Mei 2019 07:30

Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah pimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman telah memasuki masa kinerja lebih dari empat tahun. Untuk mengetahui capaian kinerja selama waktu tersebut khususnya dalam inovasi program pertanian seperti UPSUS Pajale, #SERASI, SIWAB, #BEKERJA, KRPL/Obor Pangan Lestari (OPAL), Petani dan Santri Milenial, Optimalisasi Alsintan (Opsin), Perbenihan Perkebunan, dan program yang baru saja dilaunching, yaitu B-100, Kementan melakukan rapat pimpinan dan rapat konsolidasi di Belitung pada 2-4 Mei 2019. Rapat konsolidasi yang bertajuk Mengembalikan Kejayaan Rempah dan Pangan di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Rakor Babel

Rapat konsolidasi dilakukan dalam 3 sesi, sesi pertama dimulai secara panel yang diisi oleh 3 Direktur Jenderal dimana yang mendapat kesempatan pertama adalah Direktur Jenderal Perkebunan yang memaparkan mengenai Kebijakan dan Program Kementerian Pertanian dalam Mendukung Bangka Belitung sebagai Sentra Utama Rempah Indonesia. Pemaparan kedua dilakukan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana mengenai Evaluasi Capaian Program Kerja Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (#SERASI) di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Kesempatan terakhir pada sesi pertama untuk memaparkan mengenai Evaluasi Capaian Upaya Khusus (UPSUS) Pajale di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) adalah Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Sesi pertama yang dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal Kementan juga membuka sesi dialog dan diskusi dimana terdapat banyak saran yang membangun demi menyempurnakan program-program inovasi yang telah dikerjakan Kementan selama 4 tahun ini agar dapat ditingkatkan dan dipertahankan pada program di tahun mendatang.

Rakor Babel

Rakor Babel

Sesi kedua dimulai setelah istirahat selesai dengan dimoderatori oleh salah satu staf ahli menteri, Dr. Sam Herodian. Sesi kedua juga dilakukan secara panel dengan pemaparan evaluasi capaian terhadap 7 program oleh para pejabat eselon I lingkup Kementan yang bertanggungjawab pada masing-masing program, yaitu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan yang memaparkan Evaluasi Capaian Program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#BEKERJA), Kepala Badan Ketahanan Pangan yang memaparkan Evaluasi Capaian Program Kawasan Rumah Pangan Lestari/Obor Pangan Lestari (KRPL/OPAL), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) yang memaparkan Evaluasi Capaian Program Petani dan Santri Milenial dan Optimalisasi Alsintan (OPSIN), Direktur Jenderal Perkebunan yang memaparkan Evaluasi Capaian Program Perbenihan Perkebunan dan  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mendapat kesempatan terakhir yang memaparkan Evaluasi Capaian Program B-100. Program B100 merupakan program terakhir yang baru saja dilaunching Mentan pada 15 April 2019 dengan mengisi sejumlah kendaraan roda 4 dan mesin pertanian dengan bahan bakar biodiesel B100. Kabalitbangtan memaparkan perkembangan program yang baru berjalan satu bulan ini dimana pencatatan jarak tempuh dan jumlah konsumsi B100 pada beberapa kendaraan telah diisi B100 pada saat launching yang dianggap lebih efisien bila dibandingkan dengan bahan bakar fosil. B100 ini merupakan hasil riset Balittri sebagai salah satu satuan kerja dibawah Balitbangtan. Balittri dalam rapat konsolidasi ini bersama BB Mektan berperan menyiapkan bahan presentasi terutama data-data hasil riset, tahapan proses hingga dihasilkan B100, kumpulan gambar pada saat road test dilakukan dan juga tahapan pengujian yang harus dilakukan untuk menyempurnakan hasil riset ini hingga data yang dihasilkan valid.

Rakor Babel

Rakor Babel

Pada sesi ketiga diisi dengan pemaparan oleh Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung mengenai Peluang dan Tantangan Provinsi Bangka Belitung sebagai Pemasok Rempah dan Pangan Dunia dimana dalam sesi ini Gubernur memaparkan potensi pertanian yang dimiliki provinsi ini selain potensi pariwisata. Di wilayah ini lada merupakan komoditas pertanian utama yang dihasilkan dengan kualitas terbaik serta jumlah yang berlimpah. Dengan kondisi demikian bukan tidak mungkin lada dari Belitung khususnya Belitung Timur layak untuk dijadikan sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan dari Indonesia. Sebelum sesi ketiga berakhir, Mentan berkesempatan memberi arahan mengenai Terobosan Kebijakan, Kinerja Kementerian Pertanian 2014-2018 dan Program Mendatang. Acara pada hari Jumat (3 Mei 2019) ditutup dengan tausiyah oleh Ust. Yusuf Mansur untuk memotivasi para peserta rapat. Rapat konsolidasi ini selain untuk memaparkan capaian kerja berbagai program yang telah dikerjakan dan rencana program mendatang, juga dianggap sebagai sarana silaturahmi sebelum momen bulan Ramadhan. Diharapkan kinerja para staf Kementan tetap memberikan yang terbaik meskipun sedang beribadah puasa.

 

Artikel terkait