-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 176 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290408
Sinergi Penelitian PUI Bioindustri Perkebunan dan PUI Bioetanol G2 PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Eko Heri Purwanto   
Senin, 24 Juni 2019 07:30

Dalam rangka sinergi penelitian antara Pusat Unggul Iptek (PUI) Bioindustri Perkebunan Balittri Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian dan PUI Bioetanol Generasi Kedua (Pusat Penelitian Kimia, LIPI) dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama Penelitian dan Pengembangan Produksi Bioetanol Generasi Kedua dari Limbah Tanaman Industri dan Penyegar di P2K LIPI, Serpong pada tanggal 19 Juni 2019. Naskah perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Ir. Syafaruddin, Ph.D (Kepala Balittri) dan Dr. Eng. Agus Haryono (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik – LIPI) keduanya merupakan alumni dari University of Tsukuba, Jepang. Sinergi penelitian perlu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat komunikasi antar lembaga penelitian di Indonesia dalam membentuk kolaborasi riset yang lebih baik.

Pada kesempatan ini Prof. Dr. Yanni Sudiyani selaku pembina PUI Bioetanol G2 memaparkan tentang hasil-hasil penelitian PUI Bioetanol G2 yang sudah memasuki tahun ketiga sejak pembinaan tahun 2017 dan penetapan tahun 2018. Bioetanol Generasi Kedua merupakan sumber bahan bakar ramah lingkungan yang diolah dari limbah biomassa lignoselulosa yang dapat mensupply kebutuhan energi terbarukan yang dicanangkan oleh pemerintah dan dapat mengurangi efek gas rumah kaca melalui blending antara gasoline dan bioetanol. Bioetanol ini sudah diproduksi dari beberapa limbah lignoselulosa seperti tandan kosong kelapa sawit dan kerjasama sudah dilakukan dengan kementerian ESDM, Balittas, Pertamina dan PT. Rekayasa Industri. Salah satu implementasi hasil penelitian ini adalah penggunaan kompor bioetanol untuk rumah tangga di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya Dr. Nur Ajijah, SP, M.Si selaku koordinator PUI Bioindustri Perkebunan juga mengenalkan PUI Bioindustri Perkebunan yang pada tahun 2019 ini memasuki tahap pembinaan. Limbah biomassa perkebunan tanaman mandat dari Balittri merupakan bahan ligoselulosa yang melimpah sebagai bahan baku produksi bioetanol generasi kedua, beberapa diantaranya adalah kulit buah kakao, kulit buah kopi dan bungkil kemiri sunan. Potensi kulit buah kakao kering bisa mencapai 825 ribu ton/tahun.

Koordinator PUI Bioetanol G2 tahun 2019 Arief AR Setiawan, M. Eng mengajak kolega dari Balittri untuk melihat secara langsung Pilot Plant bioetanol generasi kedua. Pilot plant seluas 70 m2 ini terdiri dari bagian Pretreatment, Hydrolisis, Fermentasi, Destilasi dan Dehidrasi yang mampu menghasilkan bioetanol dengan kemurnian mencapai 99,5% dengan kapasitas 160 L /ton tandan kosong kelapa sawit.

Setelah kunjungan ke Pilot Plant dilanjutkan dengan diskusi kerjasama penelitian antara kedua PUI ini dan kemungkinan kolaborasi riset yang lainnya. Dengan kerjasama sinergi riset ini diharapkan terjalin komunikasi dan kesinambungan penelitian terpadu dari hulu sampai hilir yang dapat dimanfaatkan antara kedua lembaga penelitian ini.

 

Artikel terkait