-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 67 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253506
Balittri Menjadi Rujukan Teknologi bagi Petani Kopi Bogor PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Samsudin   
Senin, 29 Juli 2019 08:27

Selama 2 hari yaitu tanggal 23-24 Juli 2019 Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor telah mengadakan acara Temu Teknis Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan, khususnya komoditas kopi. Pada tanggal 23 Juli diadakan di Kelompok Tani Catang Malang Agung Perkasa Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor dihadiri oleh 30 orang petani kopi. Meskipun masih di wilayah Kabupaten Bogor, lokasi tempat acara terbilang cukup jauh dari kota Bogor, karena harus ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani tersebut sebagian besar merupakan pendatang dari daerah Jawa Tengah yang berbahasa Jawa "ngapak" yaitu Banjarnegara, Kroya, Kebumen dan Cilacap.

Narasumber yang hadir pada acara tersebut berasal dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) yaitu Dr. Ir. Samsudin, M.Si dan dari UPTD Balai Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan acara tanggal 24 Juli 2019 diadakan di Kelompok Tani Putera Harapan II Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabipaten Bogor yang dihadiri 20 orang petani kopi dan 10 orang wanita tani. Wilayah pertanaman kopi di Desa Karang Tengah ini berada di bawah tegakan hutan pinus milik perhutani di sekitar Gunung Pancar.

Materi yang disampaikan Pak Sam adalah teknologi pengendalian hama dan penyakit utama kopi secara terpadu. Selain pemaparan dari Narasumber acara di 2 lokasi ini diwarnai dengan diskusi yang sangat dinamis. Para petani menyampaikan keluhan tentang serangan hama penggerek buah kopi (PBKo), kutu hijau dan penggerek batang.

Sebagian besar petani yang ikut dalam acara tersebut telah mengenal Balittri sebagai lembaga rujukan teknologi komoditas kopi. Benih kopi robusta yang ditanam 2,5 tahun lalu saat ini telah berbuah lebat dan mereka namakan kopi robusta Balittri.

Kerjasama antara Distanhorbun Kabupaten Bogor dengan Balittri telah dibangun sejak tahun 2013. Kerjasama yang dilakukan tidak hanya pendampingan teknologi komoditas, tetapi juga penyediaan bahan tanaman unggul. Bantuan benih kopi robusta yang dibiayai dari anggaran APBD Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan (Disbun) tahun 2018 berasal dari Balittri. Pada tahun 2019 ini selain 25.500 pohon benih kopi robusta siap tanam yang didanai oleh APBD Kabupaten Bogor, juga telah dialokasikan sebanyak 10.000 pohon benih kopi Arabika yang diproduksi Balittri untuk pengembangan di wilayah dataran tinggi.

 

Artikel terkait