-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
SKM
pui-balittri
Ejurnal
Saber Pungli
Kalender Tanam
WBK
TV-TANI
PPID
Pakar Kopi
Lapor.go.id
WBS
satu-layanan
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 30 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1151366
Surveillance Penyakit Pestalotiopsis Sp pada Tanaman Karet di Belitung PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Khaerati   
Selasa, 30 Juli 2019 08:15

Penyakit gugur daun yang selama ini dilaporkan  disebabkan oleh Corynespora cassiicola, Colletotrichum gloeosporioides,  Oidium heveae dan Fussicocum. Namun akhir-akhir ini muncul laporan tentang serangan Pestalotiopsis sp (OPTK A2)  di beberapa provinsi. Oleh karena itu,  Direktorat Perlindungan Perkebunan  mengirim tim untuk melakukan survey terhadap serangan penyakit tersebut di antaranya di Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.

Pada Tanggal 4-8 Juli 2019, Tim dari Balittri  Khaerati , S.Si., M.Si dan Yani Maryani SP dari Direktorat Perlindungan Perkebunan  melalukan  survey di daerah Kabupaten Belitung, meliputi 4 kecamatan  yaitu Badau, Membalong, Sijuk, dan Tanjung Pandan dan Kabupaten Belitung Timur yang terdiri dari 5 kecamatan,  yaitu Kecamatan Kepala Kampit, Damar, Dendang, Simpang Pesak, Gantung dan Manggar.

Gejala  serangan patogen  yang diduga disebabkan Pestalotiopsis sp. menunjukkan bercak  coklat  pada daun karet dan adanya batas yang  jelas antara bagian bercak dengan bagian daun yang masih sehat. Daun yang terinfeksi akan gugur sebelum waktunya. Tanaman karet akan menggugurkan daun secara alami namun akibat serangan pathogen Pestalotiopsis sp. daun gugur secara terus-menerus dari bulan Februari  hingga Juli. Penyakit ini menyerang hampir semua tanaman karet di Belitung dan Belitung Timur dengan intensitas serangan ringan sampai berat. Umumnya yang terserang berat adalah tanaman karet yang sudah menghasilkan dan tidak terawat.  Serangan pathogen Pestalotiopsis sp. dapat menurunkan ± 50% produksi tanaman karet. (Khaerati)

 

Artikel terkait