-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id
TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 56 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253238
LAYU PENTIL PADA TANAMAN KAKAO PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Mahardika Puspitasari   
Kamis, 11 Juli 2019 18:25

Layu pentil merupakan gejala fisiologis pada tanaman kakao dimana buah yang masih kecil tidak dapat tumbuh dan berkembang. Buah yang masih kecil (pentil) menjadi layu dan menghitam pada pohon.  Layu pentil biasanya terlihat pada buah muda yang masih kecil, yaitu pada umur di bawah 70 hari, dan ukuran buah <15 cm. Gejala ini disebabkan oleh adanya persaingan nutrisi antara pentil dengan organ lain yang sedang tumbuh aktif yang mengakibatkan kegagalan proses perkembangan buah kakao. Setelah pembuahan, seharusnya buah membesar, namun pertumbuhan buah tersebut tidak terjadi karena kalah bersaing dalam memanfaatkan asimilat (bahan makanan hasil proses asimilasi) terutama karbohidrat dengan pertumbuhan bagian yang lain seperti pucuk daun, akibatnya buah muda jadi kering dan berwarna hitam. Persaingan dapat terjadi antara buah dengan buah, antara buah dengan pertumbuhan pucuk yang aktif. Tunas baru yang terbentuk merupakan pesaing yang sangat kuat bagi buah muda dalam menggunakan asimilat.

Penanggulangan layu pentil sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao rakyat. Jumlah bunga buah kakao dapat mencapai 10,000 bunga per tahun, namun yang dapat dibuahi hanya mencapai 10%, dan yang berkembang menjadi buah putik (pentil) hanya mencapai 50-100 buah. Buah muda tersebut sangat rawan untuk berkurang menjadi lebih rendah lagi yang disebabkan oleh layu pentil, dan serangan hama dan penyakit. Dalam kondisi sehat tanpa serangan hama dan penyakit, layu pentil dapat mencapai 30-70% artinya yang dapat dipanen hanya mencapai 15 – 30 buah per pohon per tahun.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah bunga yang dapat dibuahi adalah dengan menanaman beberapa klon dalam satu kebun (poliklonal), agar terdapat bunga betina yang resitif dan jantan yang antesis secara bersamaan. Tanaman kakao yang sama klonnya akan mengalami perbedaaan yang besar antara matang waktu resitif dan antesis. Selain itu, layu pentil dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon kepada buah muda (putik) agar kebutuhan buah tersebut akan hormon tumbuh terpenuhi.  Terdapat beberapa hormon alami yang dapat digunakan antara lain, air kelapa, ekstrak pucuk daun seperti daun pisang, rebung, dan sebagainya. Hormon tumbuh tersebut dapat disemprotkan langsung terhadap buah muda tersebut, sampai beberapa kali sampai buah berumur >70 hari, umur dimana buah telah cukup kuat untuk berkembang sendiri (email: yulius_ferry@yahoo.com )

 

Artikel terkait