-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
Lapor.go.id
SKM
Saber Pungli
perpus_digital
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Kalender Tanam
TV-TANI
WBK
Sigap UPG
pui-balittri
PPID

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 33 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1197028
PERBEDAAN TEH VARIETAS ASSAMICA DAN SINENSIS PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Mahardika Puspitasari   
Kamis, 19 September 2019 14:28

Teh dikenal sebagai sumber antioksidan yang banyak dikonsumsi baik oleh anak anak maupun orang dewasa. Di Indonesia, teh menjadi minuman popular yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Bahkan saat ini telah banyak diproduksi teh kemasan siap minum yang dapat ditemukan dengan mudah.  Namun tidak banyak diketahui varietas tanaman teh yang digunakan dalam produksi teh.

Tanaman teh yang dalam Bahasa latin bernama Camelia sinensis L.O. TKuntze dibudidayakan secara komersial di daerah dataran tinggi. Terdapat 2 varietas utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu varietas assamica dan varietas sinensis. Kedua varietas ini memiliki ciri fisik yang berbeda. Perbedaan ciri fisik kedua varietas tampak pada table berikut ini:


Faktor Pembeda

Varietas Assamica

Varietas Sinensis

Wilayah Asal

Assam di India Utara

Cina Tenggara

Wilyah sebaran

India, Indoneis, Srilanka, sebagian negaara Afrika

Cina, Jepang, Vietnam

Ukuran daun

15-20 cm

3,8-6,4 cm

Ciri ciri daun

lebar, berbentuk lonjong, mengkilap, lunak, bergerigi banyak dengan ujung yang jelas, berwarna hijau tua, daun pucuk berbulu serta duduk daun pada cabang dan ranting agak tegak

kaku, sedikit bergerigi, ujung tidak jelas, duduk daun tegak dan beruas pendek

Tinggi perdu maksimal

6-9 m

2,75 m

Produktivitas

tinggi

rendah

Kandungan Polifenol

tinggi

rendah

Rasa

Sepat, cenderung pahit

Sepat, manis dan creamy


Teh Varietas Assamica


Teh Varietas Sinensis

Berdasarkan proses pengolahannya jenis teh dapat dibedakan menjadi : (1) teh tanpa oksimatis (oksidasi enzimatis) yaitu teh hijau dan teh putih; (2) teh semi oksimatis yaitu teh oolong; dan (3) teh oksimatis yaitu teh hitam. Pada proses oksimatis yang paling berperan adalah enzim polifenol oksidase yang terkandung pada daun teh, semakin tinggi kandungan enzim tersebut akan semakin lancar dan cepat proses oksimatis. Varietas Assamica sangat cocok untuk diproduksi menjadi teh hitam dan teh oolong yang banyak memerlukan aktivitas enzim polifenol oksidase dalam pengolahannya. Oleh karena itu, produksi teh India, Indonesia, Sri lanka dan Kenya sebagian besar >90% didominasi oleh teh hitam. Sedangkan varietas Sinensis yang mempunyai kandungan senyawa polifenol serta aktivitas enzim polifenol oksidase yang lebih rendah, lebih cocok untuk diproduksi menjadi teh hijau dan teh putih, sehingga produksi teh Cina, Jepang dan Vietnam didominasi oleh teh hijau. Seperti negara Cina yang produksi tehnya terdiri dari 95% teh hijau, 3% teh putih dan 2% teh oolong (Juniaty Towaha email:juniaty_tmunir@yahoo.com).

 

Artikel terkait