Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
perpus_digital
WBS
PPID
Saber Pungli
Kalender Tanam
Lapor.go.id
TV-TANI
Sigap UPG
WBK
Ejurnal
Pakar Kopi
satu-layanan
pui-balittri
SKM

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 90 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1419643
KARAKTERISTIK PERKECAMBAHAN BENIH KAKAO MUTAN JACA DAN F1 HIBRIDA MULIA PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Tajul Iflah   
Selasa, 24 Desember 2019 12:23

Pertanaman kakao yang bagus diperoleh dari dari perbanyakan bahan tanaman, salah satunya benih kakao. Benih kakao digolongkan ke dalam benih rekalsitran karena mudah mengalami kerusakan sebagai akibat dari kadar air yang tinggi (40%) sehingga memiliki daya hidup yang sangat singkat. Salah satu penentu kualitas dari benih kakao adalah daya kecambahnya yang merupakan indikasi sebagai kemampuan benih untuk tumbuh dalam keadaan lingkungan yang optimal. Daya kecambah dapat diketahui dengan menilai persentase kecambah normal yang muncul pada 13 dan 21 hari setelah tanam dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

KN 1   = Jumlah kecambah normal pada hari ke 13 setelah tanam

KN 2   = Jumlah kecambah normal pada hari ke 21 setelah tanam

Rumus daya kecambah tersebut dapat digunakan pada berbagai benih kakao termasuk hibrida F1 kakao mulia (fine cacao seed) dan juga kakao mutan Jaca (mutant cacao seed) yang merupakan benih kakao hasil mutasi secara alami. Hasil dari pengamatan terhadap kedua jenis benih tersebut tersaji pada Tabel 1.



Gambar 1. Kecambah kakao mutan Jaca (A) dan hibrida F1 mulia (B)


Secara umum tidak terlalu besar perbedaan kedua jenis benih ini dimana keduanya sama-sama memiliki kadar air diatas 40% dengan persentase daya berkecambah 90%. Perbedaan terlihat pada indeks vigor keduanya dimana indeks vigor benih kakao mutan Jaca lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya morfologi perakaran yang lebih rimbun. (Gambar 1)

Pengamatan awal pada kedua jenih benih dapat menambah informasi mengenai karakteristik khas pertanaman kakao yang dihasilkan nantinya. Diharapkan informasi ini dapat berkolerasi dengan sifat vigor atau ketahanan terhadap penyakit pada saat seleksi klon unggul (Cici Tresniawati/ Medkom Perkebunan Volume 6 Nomor 5 Mei 2018)