Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
perpus_digital
WBS
PPID
Saber Pungli
Kalender Tanam
Lapor.go.id
TV-TANI
Sigap UPG
WBK
Ejurnal
Pakar Kopi
satu-layanan
pui-balittri
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 42 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1419593
HELOPELTIS DAN PENGENDALIANNYA PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Mahardika   
Senin, 02 Maret 2020 07:30

Helopeltis spp. merupakan hama utama pada tanaman teh dari Family Miridae Ordo Hemiptera yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi pada populasi tinggi. Hama ini bersiat polifag, karena ditemukan juga pada tanaman lain seperti kapas, kakao, jarak, jambu mete, alpukat, ubi, jambu biji dan teh. Menurut literature, kehilangan hasil akibat serangan hama ini mencapai 11-100%. Intensitas serangan 65,50% dapat menurunkan produksi pucuk teh klon Kiara-8 sebesar 87,60% selama delapan minggu dan dapat menimbulkan kehilangan hasil mencapai 40% sehingga prediksi kerugian yang ditimbulkan 50-100%.

GEJALA SERANGAN

Stadia pradewasa dan dewasa Helopeltis spp. mampu merusak daun dan pucuk teh. Kepik merobek jaringan daun dengan menusukkan stiletnya dan mengisap cairan tanaman. Bekas tusukan stilet akan menunjukkan gejala berupa bercak-bercak yang tidak teratur. Pada titik tempat tusukan stilet akan terbentuk lingkaran transparan kemudian berubah warna menjadi coklat terang, akhirnya mengembang menjadi coklat kehitaman, bercak-bercak dan mengering dalam waktu 24 jam, terjadi penebalan dinding sel.

Luas bercak akibat serangan Helopeltis spp. berhubungan dengan stadia perkembangan kepik. Bercak yang dihasilkan imago betina Helopeltis spp. diameternya lebih luas dibandingkan jantan. Bila diurutkan berdasarkan stadia, luas bercak yang ditimbulkan betina > jantan > nimfa instar ketiga > nimfa instar kedua > nimfa instar pertama > nimfa instar keempat.

PENGENDALIAN HAMA Helopeltis spp.

Tindakan pengendalian yang dianjurkan dengan memperhatikan lingkungan adalah dengan pengendalian hama terpadu (PHT). Konsep PHT adalah strategi pengendalian yang didasarkan pada pendekatan ekologi dengan mengkombinasikan beberapa teknik pengendalian. PHT untuk Helopeltis spp. pada tanaman teh adalah: kultur teknis, pengendalian hayati, penggunaan varietas resisten, dan pestisida (nabati dan kimia).

a. Kultur Teknis

Tindakan kultur teknis yang dapat dilakukan adalah

1) pemetikan pucuk teh, pemangkasan, pengelolaan naungan, sanitasi lingkungan, dan tanaman perangkap. Pemetikan pucuk teh merupakan cara panen tanaman ini yang sangat berpengaruh untuk mengurangi serangga hama yang menyerang daun seperti Helopeltis spp. Pemetikan pucuk teh dapat memutus siklus hama tersebut karena Helopeltis spp. meletakkan telurnya pada jaringan tanaman di pucuk, ranting muda.

2) Pemangkasan tanaman juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi serangan Helopeltis spp. pada pertanaman teh. Pada tanaman teh, tanaman naungan juga berperan untuk menekan serangan hama.

3) Sanitasi lingkungan dengan menghilangkan beberapa jenis gulma yang menjadi inang alternatif Helopeltis spp. seperti Makania cordata, Bidens biternata, Emilia sp., Polygonum chinese, Oxalis acetosella, Malastoma malabethricum dan Lantana camara (Mamun & Ahmed, 2011).

4) Pemanfaatan tanaman perangkap merupakan tindakan untuk memanipulasi lingkungan pada agroekosistem teh. Penanaman klon TV1 digunakan sebagai tanaman perangkap H. theivora pada pertanaman teh di India dan Bixa orellana sebagai tanaman perangkap H. schoutedenii.

b. Pengendalian Hayati

Pengendalian hayati dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami yang menyerang Helopeltis spp., seperti predator, parasitoid dan patogen serangga.

c. Penggunaan Varietas Resisten

Penggunaan varietas tahan merupakan pendekatan yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Cara ini dapat mengurangi ketergantungan petani pada insektisida sintetis.

d. Pestisida Nabati

Pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia pada tanaman teh. Beberapa jenis tumbuhan telah diteliti efektivitasnya sebagai pestisida nabati terhadap Helopeltis spp.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula insektisida nabati sitronela 5% + cengkeh 10% + azadiraktin 0.15% + rotenon 0.33% efektif mengendalikan Helopeltis spp. pada pucuk teh.

e. Pestisida Kimia

Sebagian nama formulasi pestisida terdaftar dan penggunaan yang diizinkan untuk Helopeltis spp. pada tanaman teh dikeluarkan oleh Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian (2013) tercantum pada Tabel di bawah ini:

Sumber:

Indriati G dan Soesanthy F. 2014. HAMA Helopeltis spp. DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA PADA PERTANAMAN TEH (Camellia sinensis). SIRINOV, Vol 2 (3): 189-198

 

Artikel terkait