Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Ejurnal
Lapor.go.id
TV-TANI
Kalender Tanam
WBS
pui-balittri
PPID
Pakar Kopi
Sigap UPG
SKM
WBK
perpus_digital
Saber Pungli
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 7 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1485863
TEKNOLOGI PENYEDIAAN BAHAN TANAM KARET DENGAN OKULASI HIJAU PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Dewi Nur Rokhmah   
Selasa, 03 Maret 2020 07:30

Okulasi masih merupakan metode terbaik pada perbanyakan benih tanaman karet. Teknik okulasi dibedakan menjadi tiga yaitu okulasi dini, okulasi hijau dan okulasi coklat. Perbedaan ketiga cara tersebut  terletak pada umur batang bawah dan batang atas yang digunakan pada proses okulasinya. Okulasi hijau dapat dilakukan pada umur batang bawah 4-6 bulan dan batang atas 4-6  bulan, dengan garis tengah 1-1.5 cm dan masih berwarna hijau dengan mata okulasi yang digunakan mata sisik dan mata daun. Okulasi hijau dikerjakan pada batang bawah dengan ukuran yang relatif kecil sehingga pembenihan batang bawah langsung di dalam polibag akan lebih terjamin. Keunggulan  penggunaan benih karet  hasil okulasi hijau yang dilaksanakan langsung di dalam polibag diantaranya adalah: mempersingkat waktu penyediaan benih  polibag berpayung daun dua menjadi 7-9 bulan dihitung sejak pengecambahan, atau 4-6 bulan lebih singkat dibandingkan okulasi coklat yang biasa dikerjakan. Tanaman karet hasil okulasi merupakan tanaman klonal yang lebih baik dibandingkan tanaman asal biji, yaitu pertumbuhannya seragam, sifat mendekati induknya, variasi antar individu sangat kecil dan produktivitasnya lebih tinggi.

 

Gambar Teknologi penyediaan bahan tanam karet dengan okulasi hijau

Diseminasi Teknologi penyediaan bahan tanam karet dengan okulasi hijau ini disampaikan melalui kegiatan bimbingan teknis maupun magang pengenai perbenihan karet, salah satunya dalam temu teknis kebun entres karet di kelompok tani Kuningsari Raya Desa Jugalaya, Kecamatan Jasinga, Kab Bogor.

Pemanfaatan Teknologi peremajaan karet

Teknologi peremajaan karet secara bertahap telah dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Sistem peremajaan tebang 100% memberikan pendapatan yang terbesar selama 3 tahun, namun memerlukan biaya lebih besar. Berdasarkan jumlah pendapatan atas biaya tunai dan nilai R/C yang diperoleh maka alternatif model peremajaan yang dapat dipilih yaitu sistem peremajaan tebang bertahap 50%-50% (R/C 1,71–1,81) atau 70%-30% (R/C 1,71–1,78). Pada peremajaan karet rakyat peran tenaga kerja dalam keluarga sangat penting karena dapat menghemat biaya. Melalui sistem peremajaan tebang bertahap petani tetap memperoleh pendapatan selama tanaman karet belum menghasilkan dan biaya dapat disesuaikan dengan kemampuan petani.