Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Lapor.go.id
pui-balittri
satu-layanan
Pakar Kopi
perpus_digital
PPID
SKM
LPSE
Saber Pungli
Ejurnal
WBK
Kalender Tanam
TV-TANI
Sigap UPG
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1593261
RAYAP PADA KEBUN KOPI PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Mahardika Puspitasari   
Rabu, 06 Mei 2020 10:05

Rayap merupakan serangga sosial yang dikenal oleh masyarakat sebagai hama di perumahan karena seringkali didapati serangga ini membuat sarang pada kusen kayu, perabotan kayu bahkan di lantai. Serangga ini ternyata juga ditemukan di pertanaman kopi di kebun Pakuwon, Parungkuda Sukabumi. Di kebun ini, beberapa tanaman ditemukan terserang oleh rayap yang diduga berasal dari lingkungan sekitar kebun. Serangan rayap dapat dilihat di pangkal batang kopi dekat permukaan tanah (Gambar 1A). Gejala serangannya adalah kulit batang mengelupas, ranting mengering, dan daun rontok (Gambar 1B). Walaupun demikian, setelah sebulan diketahi bahwa tanaman mampu memperbaiki sendiri kerusakan yang ada (recovery). Hal ini tampak pada Gambar 1C yang menunjukkan kondisi tanaman 3 bulan setelah terserang rayap.

Jenis rayap yang terdapat pada perkebunan kopi di Sukabumi belum diidentifikasi, tetapi umumnya jenis-jenis rayap yang umum dan mendominasi pada perkebunan kopi adalah genus Odontotermes (O. yadevi, O. anamallensis, dan O. obesus).Nasutitermes matangensis, N. indicola, dan Dicuspiditermes juga sering ditemui pada perkebunan kopi. Menurut klasifikasi Donovan et al. (2001) berdasarkan tipe alat mulut (mandibel) kasta pekerja, N. matangensis termasuk tipe II artinya sebagai pemakan kayu, sedangkan N. indicola tergolong tipe III, yaitu pemakan humus. Karena populasinya yang melimpah, sarang rayap kadang ditemukan pada permukaan tanah, batang, cabang, atau ranting pohon bagian bawah dan atas, bahkan pada kayu atau daun yang melapuk.

Secara alami, rayap memiliki musuh alami berupa predator seperti semut, capung, cicak, ular, katak, burung dan lain-lain. Laron (fase reproduktif bersayap) lebih mudah diserang predator karena sulit untuk bersembunyi. Pestisida berbahan aktif imidakloprid, curater, regent, dan furadan dapat membunuh rayap. Selain itu cendawan entomopatogen Beauveria bassiana, Trichoderma, Metarhizium anisopliae, Aspergillus, Myrothesium sp. juga dapat mengendalikan rayap.

Beberapa cara pengendalian rayap di pertanaman kopi adalah:

1. Menggunakan benih opi bersertifikat

2. Memberikan perlakuan benih sebelum ditanam yaitu dengan merendam benih dalam larutan insektisida

3. Membajak tanah agar sarang rayap di dalam tanah menjadi rusak

4. Melakukan sanitasi kebun dengan membersihkan sisa sisa tanaman dan akar kayu yang dapat menjadi pakan bagi rayap

5. Menyemprotkan larutan yang mengandung cendawan entomopatogen pada tanaman yang terserang


Gejala serangan rayap pada pangkal batang kopi (A). Kulit batang mengelupas (B). Tanaman recovery tiga bulan setelah terserang rayap (C).


Sumber: Medkom Perkebunan Volume 5, Nomor 11, 2017