Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Lapor.go.id
Saber Pungli
perpus_digital
Ejurnal
WBK
satu-layanan
LPSE
TV-TANI
SKM
Sigap UPG
pui-balittri
WBS
PPID
Pakar Kopi
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 8 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1667847
PEMANFAATAN TEKNOLOGI NANO UNTUK PEMBUATAN BIOPESTISIDA PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Khaerati   
Senin, 31 Agustus 2020 07:30

Biopestisida merupakan salah satu upaya pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Beberapa biopestisida telah diuji dan efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit kopi. Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi nano dapat diterapkan ke teknik formulasi biopestisida. Nanobiopestisida merupakan teknologi pestisida yang terdiri atas partikel kecil atau struktur kecil dari bahan aktif yang berfungsi sebagai biopestisida.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan nanobiopestisida akan lebih efektif. Beberapa keuntungan penggunaan nanobiopestisida adalah tingkat efikasi dan keamanan yang tinggi, mengurangi dosis atau konsentrasi penggunaan pestisida pada tanaman, mengurangi residu beracun, dan mengurangi emisi lingkungan di lahan pertanian. Formulasi nanobiopestisida ada beberapa cara diantaranya dengan cara nanoemulsi. Kelemahan utama dari pestisida nabati yang mengandung minyak atsiri adalah mudah menguap dan tidak stabil. Oleh karena itu, bahan aktif minyak atsiri perlu diformulasikan dalam bentuk yang lebih stabil, seperti partikel nano.

Teknologi nano dapat memperkecil partikel hingga berukuran nano (10-9 m) dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bahan aktif minyak atsiri. Selanjutnya, dengan sentuhan enkapsulasi, bahan aktif tidak mudah menguap dan lebih stabil. Nanopestisida terdiri atas partikel kecil dari bahan aktif pestisida atau struktur kecil dari bahan aktif yang berfungsi sebagai pestisida. Nanoemulsi dan nanoenkapsulasi adalah salah satu teknik nanopestisida yang sudah banyak digunakan dan efektif untuk pengendalian penyakit tanaman.

Beberapa hasil penelitian nanobiopestisida yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit diantaranya keefektifan nanobiopestisida berbahan dasar Bacillus thuringiensis dapat menyebabkan kematian serangga Trichoplusia ni hingga 100%. Nanobiopestida berbahan dasar bunga cengkeh dapat meningkatkan kandungan eugenol sebesar 9,9% dan menurunkan populasi N. lugens dan relatif aman bagi musuh alami. Nanobiopestida berbahan dasar bunga cengkeh dapat meningkatkan kandungan eugenol sebesar 9,9% dan menurunkan populasi N. lugens dan relatif aman bagi musuh alami.

Di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), telah dilakukan penelitian awal Pemanfaatan Teknologi Nano untuk pembuatan biopestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kopi, yaitu pemanfaatan nanobioinsektisida ekstrak buah cabai dan nanobiofungisida menggunakan cengkeh. Nanobioinsektisida ekstrak buah cabai dan nanobiofungisida menggunakan cengkeh dapat efektif dalam mengendalikan hama PBKo dan karat daun dengan dosis rendah. Hasil penelitian awal telah didapatkan ekstrak cabai jawa (Piper retrofractum) dengan dosis 2,5%-3% efektif mengendalikan PBKo (Hypothenemus hampei) skala laboratoriumdan pengujian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) dosis 0,2% efektif menghambat perkecambahan spora H. vastatrix skala laboratorium.

Proses pembuatan ekstrak daun cengkeh pada penelitian keefektifan nanobiofungisida (Syzygium aromaticum) untuk pengendalian penyakit karat daun (Hemileia vastatrix). Daun cengkeh telah kering (a), serbuk daun cengkeh direndam dalam pelarut (b), dan ekstraksi menggunakan rotary evaporator (c)

 

Artikel terkait