-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
satu-layanan
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
TV-TANI
Kalender Tanam
Lapor.go.id
Pakar Kopi
pui-balittri
PPID
WBS
Ejurnal
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 5 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1152701
PENYAKIT GUGUR DAUN OIDIUM PADA TANAMAN KARET PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Administrator   
Jumat, 24 Mei 2013 10:59

Karet memiliki peranan sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Komoditas ini merupakan salah satu penghasil devisa utama dari sektor perkebunan dengan nilai ekspor sekitar US$ 11.8 milyar pada tahun 2011. Pada umumnya produktivitas karet Indonesia masih relatif rendah karena masih kurangnya penerapan teknologi budidaya karet, ganguan cuaca, iklim dan serangan hama dan penyakit. Penyakit sering menimbulkan kerugian ekonomi yang

(Gambar 1 Gejala serangan Oidium heveae pada pembibitan karet)

cukup berarti pada tanaman karet. Kerugian yang ditimbulkannya mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya, tidak hanya karena kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman tetapi juga karena besarnya biaya yang diperlukan dalam usaha pengendaliannya. Penyakit pada tanaman karet umumnya disebabkan oleh jamur dan gangguan fisiologis. Pada tanaman karet ada beberapa kriteria penyakit yaitu penyakit sangat penting,  penting,  agak penting dan kurang penting.

Penyakit sangat penting di antaranya adalah penyakit jamur akar putih (JAP), kering alur sadap, penyakit gugur daun Corynospora, Colletotrichum, dan Oidium. Penyakit penting di antaranya adalah jamur akar merah, Mouldy rot, nekrosis kulit, dan jamur upas. Penyakit agak penting adalah gugur daun Helminthosphorium dan Phytopthora, kanker bercak dan kanker lump. sedangkan penyakit tidak penting adalah gugur daun Guignardia, Fusicoccum, Cylindrocladium, penyakit akar coklat, penyakit akar hitam, dan Botridiplodia sp.

Penyakit gugur daun Oidium merupakan penyakit utama pada tanaman karet, penyakit ini disebut juga penyakit embun tepung, menyebabkan kerugian di perkebunan karet baik tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman telah menghasilkan (TM). Selain tanaman belum dan telah menghasilkan, jamur ini juga menyerang tanaman di persemaian, pembibitan, dan kebun entres.

Serangan berat terjadi bila keadaan cuaca kering diselang-selingi oleh hujan yang singkat di malam hari atau kabut  dipagi hari pada waktu tanaman membentuk daun muda (awal musim hujan). Patogen penyebab penyakit ini adalah  jamur Oidium heveae.

Patogen  O. heveae terutama menyerang daun-daun muda yang berwarna coklat. Daun yang terserang terlihat berwarna hitam, lemas mengeriput, dan berlendir. Di bawah permukaan daun terdapat bercak putih seperti tepung halus yang terdiri dari atas benang hifa dan  spora jamur (Gambar 1). Massa tepung jamur tersebut dapat juga menutupi permukaan atas daun. Pada serangan lanjut bagian ujung daun mati, daun melengkung dan akhirnya  gugur sehingga  tinggal tangkainya saja dan tangkai ini akhirnya  gugur juga. Di permukaan tanah dari tanaman yang terserang banyak dijumpai helaian daun yang jatuh.

Pada daun yang lebih tua, gejala serangan ditandai adanya bercak kekuningan atau coklat, kemudian berkembang membentuk  bintik-bintik nekrotik yang dapat mengurangi efisiensi fotosintesis. Pada daun tua ini juga terdapat tepung halus berwarna putih dipermukaan, namun daun-daun tersebut tidak banyak yang gugur hanya beberapa saja. Embun tepung termasuk penyakit yang merugikan karena mengakibatkan daun-daun yang masih muda berguguran, akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat dan produktifitas menurun, sehingga produksi latek juga menurun.  Selain itu jamur ini dapat juga menyerang bunga, sehingga produksi biji sedikit.

Penyakit ini mengakibatkan gugurnya daun muda yang baru terbentuk sesudah masa gugur daun alami. Akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat, produksi lateks menurun dan biji yang dihasilkan sedikit. Kebun yang sering mendapat serangan berat   adalah kebun yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter dari permukaan laut.


Penyakit embun tepung disebabkan oleh jamur Oidium heveae. Jamur ini mempunyai benang-benang hifa berwarna putih menghasilkan spora tidak berwarna. Spora mudah diterbangkan oleh angin atau embun, dan mudah tercuci oleh air hujan dari permukaan daun sehingga penyakit ini hanya timbul pada awal musim hujan. Spora jamur ini disebarkan oleh angin dan embun.

1.  Klon-klon rentan sebaiknya tidak ditanam di daerah yang rawan penyakit gugur daun oidium, seperti GT1, PR255, dan WR101.Pengendalian penyakit ini dapat melalui

2.   Merangsang pembentukan daun baru lebih cepat atau lebih awal, sehingga dapat terhindari dari serangan O. heveae pada saat musim hujan.  Pembentukan daun baru dapat dirangsang dengan pemberian pupuk  Nitrogen satu kali dosis anjuran. Pupuk nitrogen berfungsi untuk merangsang pembentukan daun baru lebih cepat atau lebih awal sehingga diharapkan daun tanaman telah menjadi hijau pada waktu O. heveae menyerang pada awal musim hujan.

3.     Melindungi tanaman dengan fungisida Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC, belerang atau Tilt 250 EC. Pengunaan fungisida dilakukan seminggu sekali sebanyak 5 kali, dimulai pada waktu 10% pohon membentuk daun baru dan gejala  Oidium  mulai muncul. Pengunaan tepung belerang 10-15 kg/ha dilakukan dengan cara penghembusan dengan alat penghembus bermotor pada pagi hari agar fungisida mudah melekat pada permukaan daun yang masih basah dan tidak mudah diterbangkan oleh angin. Sedangkan pengunaan Bayleton 250 EC, Bayfidan 250 EC atau Tilt 250 EC dilakukan dengan alat penyemprot bermotor atau alat pengabut.

4.  Pada tanaman menghasilkan (TM) pengendalian menggunakan fungisida tidak ekonomis, biasanya serangan penyakit ini dibiarkan saja (tidak dikendalikan). Pada tanaman TM  pengendalian dilakukan dengan pemberian pupuk ekstra pada awal dan akhir musim hujan.

Agar serangan penyakit dapat diketahui lebih dini, penyakit gugur daun Oidium  dapat dilakukan peramalan dengan cara memonitor gejala serangan di lapangan.  Caranya: pengamatan serangan dilakukan setiap hari, dimulai pada saat tanaman  mulai membentuk daun baru hingga daun menjadi hijau. Jika diketahui adanya serangan penyakit embun tepung, secepatnya dilakukan pengendalian.

Peramalan juga dapat dilakukan dengan mengamati keadaan cuaca, bila keadaan cuaca kering diselang-selingi oleh hujan yang singkat atau rintik-rintik serta adanya kabut di malam atau pagi hari pada waktu tanaman sedang membentuk daun baru, maka diramalkan akan timbul serangan jamur. Dengan demikian tindakan penangulangan dapat dipersiapkan segera. (Rita Harni/BALITTRI)