-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 19 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 900003
TEH PUTIH YANG LANGKA DAN MAHAL PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Administrator   
Senin, 17 Juni 2013 00:00

Teh putih (white tea) merupakan jenis teh yang masih terdengar asing, terutama apabila dibandingkan dengan popularitas teh hitam dan teh hijau. Kurang populernya teh putih bukan tanpa sebab, karena teh tersebut ternyata merupakan jenis teh yang paling langka dan paling mahal di dunia. Harganya yang tinggi menjadikan teh putih kadang digunakan sebagai simbol status sosial seseorang. Karena harga yang tinggi itu pula yang menyebabkan tidak banyak orang mengkonsumsinya sehingga kurang populer.


Secara eksklusif, teh putih yang berasal dari zaman Dinasti Song (1279-690 SM) pada awalnya hanya dikonsumsi oleh Kaisar dan keluarganya atau pejabat kerajaan, dan hanya diproduksi secara terbatas. Teh putih akan tetap menjadi teh yang eksklusif dan dinikmati di Cina saja seandainya pada tahun 1891 Cina tidak memulai ekspor komoditi teh ini ke negara-negara Asia dan Eropa yang memiliki tradisi minum teh. Sehingga dengan adanya ekspor tersebut, teh putih mulai dikenal di luar Cina dan kini teh putih boleh dinikmati siapa saja.


Teh putih terbuat dari helaian pucuk daun Camellia sinensis yang sangat muda dan belum mekar yang dipetik secara hati-hati, dimana pucuk muda (biasa disebut peko) ini masih diselaputi rambut halus berwarna putih perak, sehingga memberi kesan warna putih beludru, yang nantinya bila mengering akan berubah warna menjadi putih. Teh putih diproses secara alami dan minimalyaitu hanya melalui pelayuan dan pengeringan dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan segera setelah proses pemetikan dilakukan, tanpa mengalami proses oksidasi/fermentasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh yang sebenarnya.


Di negara asalnya Cina, rahasia proses pelayuan teh putih bervariasi dari wilayah satu dengan wilayah lainnya. Seperti di daerah Fujian yang mengandalkan pada kondisi iklim serta tradisi tiap keluarga, dimana teh putih dengan grade tertinggi (supreme grade) dibuat dari hanya tunas daun teh pilihan, adapun grade dibawahnya (high grade) dibuat dari tunas daun dan 2 daun kuncup pertama,  yang dipetik pada musim semi hanya dalam waktu dua hari hingga dua minggu setiap tahunnya. Kadang-kadang tanaman harus dinaungi terlebih dulu sebulan atau lebih sebelum dipetik pucuknya untuk menghasilkan teh putih,

sehingga teh memiliki kadar klorofil yang  rendah dan antioksidan polifenol yang lebih tinggi, namun kafeinnya sangat rendah. Teh yang sangat berharga ini dipetik secara hati-hati dengan tangan yang hanya mengambil tunas,diolah dengan standar yang sangat ketat yang diwariskan secara turun-temurun. Minimnya pemrosesan pada teh putih menjadikan teh putih sebagai teh kesehatan premium dengan kandungan antioksidan polifenol tertinggi dari semua jenis teh yang ada.


Di Cina teh putih diklasifikasikan  sebagai Yin Zhen Bai Hao (Silver Needle), Bai Mu Dan (White Peony), Gongmei (Tribute Eyebrow), dan Shou Mei (Long Life Eyebrow). Saat ini permintaan akan teh putih di luar Cina seperti di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa dan Jepangsemakin meningkat. Alasan konsumen terutama adalah karena khasiat yang dimiliki oleh jenis teh ini dalam menjaga kesehatan yaitu :

- Sangat kaya anti oksidan yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E, sehingga sangat baik untuk mencegah penuaan dini,

- mencegah pengerutan pada wajah, dan mencegah keriput.Membuat kulit menjadi sehat, cerah dan memutihkan secara alami.

- Mencegah pengerasan dan penyempitan pembuluh darah. Polifenol pada teh putih menunjukan efek yang bagus pada zat pembeku darah dan anti penggumpalan darah, terutama katekin yang dapat mencegah sel darah merah menggumpal.

- Melancarkan aliran darah pada pembuluh darah, meningkatkan ketahanan pembuluh darah, serta mencegah terjadinya stroke.

- Mengurangi tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner

- Menurunkan tekanan darah, dimana beberapa penelitian membuktikan teh putih dapat mengencerkan darah dan memperbaiki fungsi arteri sehingga menurunkan tekanan darah.

- Anti karsinogenik, menolak zat nitrosoamine yang merupakan zat pembentuk karsinogen (penyebab kanker) dalam makanan

- Teh putih menguatkan sistem kekebalan tubuh

- Mengeluarkan racun (toksin) dalam tubuh dan anti radiasi sinar ultra violet, karena polifenol dalam teh putih adalah filter alami terhadap radiasi sinar ultra violet.

- Menyehatkan gigi dan gusi, sekaligus mematikan kuman penyebab bau nafas tak sedap, anti gigi berlubang dan anti bakteri.

- Mencegah kelebihan berat badan  atau obesitas, dimana ekstrak teh putih dapat mencegah jaringan lemak sehingga menghambat potensi kegemukan dan membantu membakar lemak.

- Ekstrak teh putih mampu menaikan metabolisme dan membuat tubuh menjadi langsing

- Mencegah kanker, dengan kandungan antioksidan polifenol yang terdapat dalam teh putih dapat mencegah dan melawan berbagai jenis kanker sekaligus menghentikan penyebarannya

- Menetralisir radikal bebas dan mengurangi serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas

- Menurunkan kolesterol,  antioksidan  dalam teh putih dapat menurunkan kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein) sekaligus meningkatkan kolesterol baik HDL (high density lipoprotein) dalam darah.

- Melindungi jantung, hati dan seluruh sistem peredaran darah.

- Menurunkan kadar gula darah , serta mencegah dan mengurangi gejala diabetes melitus

- Menenangkan, mengurangi stress dan menambah energi,  dimana L-theanine yang dikandungnya merupakan  asam amino yang menurut riset terkini dapat menstimulasi gelombang otak alfa untuk meningkatkan kewapadaan namun menghasilkan efek menenangkan.

Cara menikmati teh putih adalah 2 g teh  diseduh dengan secangkir air putih 80 °C, walaupun hanya dibuat dengan 2 g teh kandungan antioksidan dalam secangkir teh putih setara dengan 12 gelas jus jeruk. Seduhan teh putih menghasilkan warna putih keperakan, terutama untuk jenis white silver nedle.

Teh ini mempunyai aroma bunga yang sangat segar dengan citarasa yang agak manis dan ringan yang lembut di lidah, yang akan menimbulkan nuansa yang dalam disaat mereguk teh ini, sehingga mencicipi segelas teh putih akan terasa di bawa keaslian tanaman teh yang sejati.

Selama ini teh putih yang beredar di supermarket-supermarket ternama merupakan produk impor dari China dan Taiwan, seperti Heaven Leaf White Tea supreme grade yang dijual Rp.155.000,-/kemasan 30 g dan high grade Rp. 120.000,-/kemasan 30g. Akan tetapi sejak tahun 2008-2010 teh putih telah mulai diproduksi oleh beberapa perkebunan teh di Indonesia, diantaranya yaitu   : (1) PT. Chakra di Ciwidey, Jawa Barat dengan nama Oza Premium White Tea; (2) PTPN VIII di Garut, Jawa Barat; (3) PTPN XII di Wonosari, Jawa Timur; (4) Pusat Penelitian Teh dan Kina  di Gambung, Jawa Barat dengan nama Excellent Gamboeng White Tea dan (5) PT. Victory Cosmetindo di Jawa Barat yang memproduksi teh putih celup Olivetree White Tea produk teh putih perkebunan diatas umumnya di ekspor, konsumsi dalam negeri belum banyak membutuhkan jenis teh ini dan tidak populer didalam negeri.(Juniaty Towaha/juniaty_tmunir@yahoo.com)