-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 21 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 876493
PEMANFAATAN KULIT KAKAO UNTUK PAKAN TERNAK DI ENDE NUSA TENGGARA TIMUR PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Administrator   
Selasa, 18 Februari 2014 11:27

Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama diusahakan oleh petani di Kabupaten Ende. Pada tahun 2010 luas arealnya mencapai 5.900 ha dengan produksi 3.385 ton. Sampai saat ini bagian tanaman kakao yang dimanfaatkan petani hanya, Biji buah kakao, sedangkan bagian yang lainnya seperti kulit buah dibuang sebagai limbah (sampah).

Limbah kulit buah kakao tersebut dapat dimanfaatan menjadi pakan ternak. Pakan yang dihasilkan dari hasil pengolahan kulit buah kakao mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan ternak kambing, sapi, babi maupun ayam.

Potensi Limbah kakao di Ende pada tahun 2010 sekitar 7.500 ton produk kulit kakao yang selama ini sebagian besar masih terbuang. Pemberdayaan potensi kulit buah kakao di Kabupaten Ende yang cukup besar ini melalui kegiatan pengembangan sistem usahatani integrasi tanaman perkebunan dan ternak. Teknologi tersebut diintroduksi kepada petani di lokasi Nualise melalui proses fermentas limbah buah kakao sehingga nilai gizinya dapat ditingkatkan.

Dalam proses fermentasi diperlukan fermentor yang cocok untuk limbah kulit buah kakao, salah satunya adalah Aspergillus niger. Manfaat fermentasi dengan teknologi ini antara lain : a) meningkatkan kandungan protein; b) menurunkan kandungan serat kasar; c) menurunkan kandungan tannin (zat penghambat pencernaan).

Sebelum digunakan, Aspergillus dilarutkan dengan air steril tanpa kaporit atau air sumur yang bersih. Bisa juga menggunakan air hujan atau air sungai, tapi harus dimasak lebih dahulu, kemudian didinginkan. selanjutnya gula pasir, urea dan NPK  dilarutkan kedalam air steril tersebut.

Proses fermentasi kulit buah kakao dapat dilihat pada gambar 2.
1. Tepung kulit buah kakao hasil fermentasi bisa langsung diberikan kepada ternak, atau disimpan.  Penyimpanan harus dengan wadah yang bersih dan kering;
2. Limbah kakao olahan bisa dijadikan pakan penguat untuk ternak kambing, dapat mempercepat pertumbuhan atau meningkatkan produktivitas  susu.
3. Pada awal pemberian, biasanya ternak tidak langsung lahap memakannya. Karena itu,berikanlah pada saat ternak lapar dan bila perlu ditambah sedikit garam atau gula untuk merangsang nafsu makan.




Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada anak kambing PE yang hanya diberikan hijauan saja pertumbuhannya rata-rata 65 g/hari. Dengan penambahan konsentrat kulit buah kakao yang sudah difermentasi dengan dosis 100-200 g/ekor/hari, akan memberikan pertumbuhan 115-120 g/ekor/hari.
(Handi Supriadi dan Iing Sobari/iingsobari@gmail.com)