-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
Lapor.go.id
Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
PPID
Kalender Tanam
WBK
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 35 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 980648
JAMUR AKAR PUTIH PENYAKIT BERBAHAYA PADA PERKEBUNAN KARET PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Administrator   
Kamis, 27 Februari 2014 14:04

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki prospek yang cerah karena memiliki  nilai ekonomi yang penting sebagai sumber devisa negara non migas. Ekspor karet Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1.3 juta ton pada tahun 1995 dan 1.9 juta ton pada tahun 2004. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada tahun 2012 mencapai US$ 10,9 milyar, yang merupakan 5% dari pendapatan devisa non-migas.


Produktivitas tanaman karet Indonesia masih rendah salah satunya disebabkan oleh  adanya serangan penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus. Penyakit JAP merupakan penyakit yang sangat penting pada tanaman karet, karena penyakit ini dapat mengakibatkan kematian tanaman dalam intensitas yang tinggi terutama pada tanaman yang berumur 2 sampai 6 tahun.

Kehilangan hasil akibat  JAP mencapai 3-5% pada perkebunan besar dan 5-15% pada perkebunan rakyat. Selain mengakibatkan kehilangan produksi karena kerusakan tanaman, akibat lain dari infeksi patogen ini adalah   secara ekonomis, yaitu memerlukan biaya yang tinggi dalam pengendaliannya.


Gejala serangan JAP yaitu tajuk daun berwarna pucat, kuning dan kusam, akhirnya kering dan gugur, sehingga terlihat tajuk tanaman hanya tinggal rantingnya saja. Adakalanya tanaman sakit membentuk daun-daun  muda atau bunga dan buah pada waktu yang lebih awal. Bila perakaran dibuka, terlihat permukaan akar ditumbuhi miselium jamur atau rhizomorf berwarna putih yang menempel kuat pada akar sehingga sulit dilepas. Akar yang terinfeksi akhirnya membusuk dan berwarna coklat.

Jamur ini menyerang tanaman karet pada segala stadium pertumbuhan, baik pembibitan sampai tanaman yang sudah menghasilkan. Bagian yang diserang adalah bagian tanaman yang berada dibawah permukaan tanah, baik akar tunggal, akar cabang, akar rambut ataupun leher akar, akibatnya pohon mudah tumbang. Kerusakan berat oleh penyakit ini sering dijumpai pada areal bertunggul bekas karet dan hutan primer, pada tanah berpasir dan gembur.


Penyakit JAP disebabkan oleh Rigidoporus microporus, jamur ini membentuk tubuh buah yang mirip topi pada akar, pangkal batang atau tunggul-tunggul tanaman. Tubuh buah buah berwarna jingga kekuning-kuningan dan pada permukaan bawahnya terdapat lubang-lubang kecil tempat spora. Badan buah yang sudah tua akan mengering dan berwarna coklat. Penularan penyakit melalui kontak langsung antara akar atau tunggul yang sakit dengan akar tanaman sehat.


Tingginya kejadian penyakit JAP pada perkebunan karet sangat dipengaruhi oleh kondisi agroekosistem seperti asal lahan, tekstur dan struktur tanah, pH tanah, kejenuhan air tanah, curah hujan dan topografi


Asal lahan yang paling rawan untuk terjadinya infeksi JAP adalah lahan yang berasal dari kebun karet atau hutan primer, sedangkan lahan semak alang-alang merupakan lahan yang paling aman terhadap JAP (Tabel 1). Untuk tanah, yang paling beresiko untuk perkembangan penyakit JAP adalah tanah berpasir dan gembur dengan pH 5-7, kejenuhan air 80-90%, curah hujan > 4000 mm/th dengan topografi datar/landai.