-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
perpus_digital
Ejurnal
Lapor.go.id
Sigap UPG
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 56 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 776297
KOPI SPESIALTI PRODUK BALITBANGTAN DITARGETKAN MEMENUHI KEBUTUHAN PEBISNIS PECINTA KOPI PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Bariot Hafif   
Jumat, 20 Mei 2016 21:25

Kopi rasa khusus (spesialti) tanpa terasa berkembang begitu cepat dan semakin semarak di Indonesia. Hal itu kemungkinan didorong oleh terjadinya peningkatan pecinta kopi, sehingga tradisi minum kopi polanya mulai berubah dari sekedar meminum kopi sebagai bahan penyegar tubuh, menjadi meminum kopi sebagai bagian dari tren/gaya hidup jaman kini.

Secara kasat mata terutama di kota-kota besar, mulai terlihat konsumen minuman kopi seperti terbagi 2 yaitu konsumen minuman kopi ala warung sederhana dan konsumen kopi ala café bintang lima. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pemilik café., namun baru sedikit pengaruhnya terhadap kesejahteraan petani kopi.

Demi memenuhi citarasa pebisnis pecinta kopi dan juga memperbaiki kehidupan petani kopi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui penelitinya di BPTP Bali, berusaha menemukan cara khusus dalam meramu kopi spesialti salah satunya kopi luwak yang digandrungi tidak hanya oleh pebisnis pencinta kopi di tanah air tetapi juga di manca Negara. Kopi luwak yang diramu dengan cara khusus tersebut  diberi nama “Kopi Luwak  Probiotik”.

 

Dalam proses produksinya, Kopi Luwak Probiotik menggunakan mikroba probiotik yang berada di dalam saluran pencernaan binatang luwak. Mikroba probiotik diisolasi dari saluran pencernaan binatang luwak dan selanjutnya diperbanyak untuk digunakan memfermentasi biji kopi. Proses produksinya pun jauh lebih sederhana karena

  • tidak membutuhkan luwak hidup
  • proses produksi bisa dilakukan setiap waktu tanpa menunggu musim panen kopi yang biasa dibutuhkan dalam mendapatkan kopi luwak alami
  • dapat diproduksi dengan cita rasa yang bervariasi
  • ramah lingkungan (tidak perlu budidaya luwak liar)
  • dapat diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas atau sesuai kebutuhan, sementara kopi luwak alami tidak mampu menghasilkan dalam jumlah yang banyak.

Kopi ini sudah teruji mempunyai citarasa yang tidak kalah dengan kopi luwak alami. Ke depan diharapkan petani kopi Indonesia mampu memproduksi kopi kelas atas tersebut secara masif. (Bariot Hafif)

 

Artikel terkait