-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
perpus_digital
Ejurnal
Lapor.go.id
Sigap UPG
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 61 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 776302
KOPI LIBEROID MERANTI, TAHAN PENYAKIT KARAT DAUN PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Arifa Chan   
Rabu, 22 Juni 2016 05:48

Kopi Liberika (Coffea liberica) adalah kopi jenis Liberoid yang berasal dari Liberia (pantai barat Afrika), yang selama ini dianggap kurang memiliki nilai ekonomi dibanding dengan jenis Arabika dan Robusta karena rendemennya rendah. Meskipun demikian kopi ini mempunyai keunggulan di antaranya adalah lebih toleran serangan penyakit, dapat beradaptasi dengan baik pada lahan gambut, sementara kopi jenis lain (Arabika dan Robusta) tidak bisa tumbuh serta berbuah sepanjang tahun. Kopi Liberika merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti di samping kelapa, pinang,dan karet. Kopi ini sudah dikembangkan sejaktahun 1970-an, dan telah menyebar luas di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Rangsang Pesisir, Rangsang Barat, Rangsang, Tebing Tinggi Barat, Tebing Tinggi Timur, dan pulau Merbau dengan  luas mencapai 1.074,5 ha.

Pengembangan kopi Liberika akan terus dilakukan di Kepulauan Meranti. Untuk itu dibutuhkan benih yang berkualitas. Tim peneliti Balittri bekerjasama dengan petani dan pemerintah daerah setempat telah melakukan seleksi pohon induk sebagai sumber benih bermutu. Kriteria seleksi pohon induk adalah produktivitas tinggi serta tahan/toleran terhadap serangan hama dan penyakit. Seleksi ketahanan difokuskan pada penyakit utama, yaitu karat daun.

Tipe-tipe gejala serangan penyakit karat daun pada kopi Liberika di Kepulauan Meranti: (a) bercak kecil sampai besar dan nekrosis, (b) bercak kecil sampai sedang, dan (c) bercak kecil dan tidak berkembang

Penyakit karat daun yang disebabkan oleh Hemileia vastatrix merupakan penyakit yang sangat merugikan pada tanaman kopi. Penyakit ini sudah berkembang di Indonesia sejak tahun 1876 dan dalam perkembangannya mengakibatkan penurunan produksi kopi hingga 25% dengan tingkat kerusakan mencapai 58%. H. vastatrix dapat menginfeksi semua jenis kopi (Coffea arabica, C. canephora, C. liberica, C. excelsa dan C. congensis) dan mempunyai ras fisiologi yang banyak sehingga ketahanan kopi terhadap penyakit karat daun menjadi sangat kompleks. Gejala serangan penyakit karat daun dapat dilihat pada permukaan atas dan bawah daun yang ditandai dengan bercak kuning-jingga seperti serbuk. Pada bagian bawah daun tampak bercak yang awalnya berwarna kuning muda, selanjutnya berubah menjadi kuning tua, pada bagian tersebut akan terlihat jelas tepung yang berwarna oranye atau jingga (uredospora jamur H. Vastatrix). Gejala selanjutnya, pada daun tampak bercak cokelat saling bergabung, menjadi lebih besar, kemudian mengering dan gugur sehingga tanaman menjadi gundul.

Stabilitas ketahanan pohon induk kopi Liberika Meranti terhadap penyakit karat daun tahun 2013–2014

Berdasarkan studi literatur pada tanaman kopi terdapat gen-gen yang menentukan ketahanan terhadap karat daun yaitu, gen SH, sedangkan pada H. Vastatrix terdapat gen-gen yang menentukan virulensi, yaitu gen v. Saat ini telah diidentifikasi 9 gen ketahanan yang bersifat dominan (major gene) pada tanaman kopi, yaitu SH1-SH9. Gen SH1-SH5 ditemukan pada kopi Arabika dari daerah Ethiopia, gen SH3 ditemukan pada kopi Liberika, sedangkan gen SH6-SH9 ditemukan pada kopi Hibrido de Timor (C. arabica × C. canephora). Gen SH3 pada kopi Liberika merupakan major gene yang diketahui lebih stabil ketahanannya di lapangan.

Pohon induk terpilih kopi Liberoid di Kepulauan Meranti menunjukkan sifat produktivitas tinggi dan level ketahanan bervariasi terhadap penyakit karat daun. Meskipun demikian, sebagian besar pohon induk terpilih termasuk kategori tahan. Hasil pengujian pada tahun 2013, diketahui 86 pohon (81,90%) bersifat tahan, 19 pohon (17,14%) bersifat agak tahan, dan 1 pohon ( 0,96%) agak rentan. Pada tahun 2014 sebagian besar, yaitu 95 pohon (89,6%) bersifat tahan dan 11 pohon (10,4%) bersifat agak tahan. (Dani)

Sumber:
Ketahanan Pohon Induk Kopi Liberika terhadap Penyakit Karat Daun (Hemileia vastatrix B. Et Br.) di Kepulauan Meranti (Rita Harni, Efi Taufiq, Budi Martono)
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 1 (2015): 35–42

 

Artikel terkait