-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
Lapor.go.id
Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
PPID
Kalender Tanam
WBK
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 29 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 980710
PERAN JAMUR PELAPUK PUTIH DALAM PEROMBAKAN LIMBAH POD KAKAO MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Nendyo Adhi Wibowo   
Kamis, 08 Desember 2016 22:24

Jamur Pelapuk Putih (JPP) merupakan kelompok mikroba yang dapat dimanfaatkan dalam membuka struktur dinding biomassa lignoselulosa limbah kulit buah kakao (pod), dan paling efisien dalam merombak lignin secara sempurna menjadi karbondioksida (CO2). JPP menghasilkan enzim lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP), versatile peroksidase (VP) dan lakase (Lac) yang berperan dalam perombakan komponen penyusun limbah kulit buah kakao.

Hasil perombakan komponen limbah kulit buah kakao  dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai sumber unsur hara bagi tanaman dalam bentuk kompos dan pupuk; bahan baku pakan ternak; sumber energi alternatif biogas dan biohidrogen; dan sumber pektin.  Sebagai sumber unsur hara maka limbah kulit kakao perlu dipersiapkan dalam bak-bak fermentasi pada kadar air antara 60-70% sehingga perombakan oleh jamur pelapuk dapat berlangsung sempurna (Gambar 1), sedangkan sebagai bahan baku pakan ternak, kulit buah kakao dengan kandungan protein kasar 8,5% perlu perlakuan awal dengan jamur pelapuk dan penambahan bahan rangsum berupa dedak, garam, dan mineral (Gambar 2).

Pengembangan teknologi perombakan limbah kulit buah kakao dapat mamanfaatkan jamur pelapuk seperti Polyota sp, Agraily sp, Phanerochete chrysosporium, Pleurotus ostreatus, dan Lentinus endones. JPP tersebut juga dapat dikombinasikan dengan beberapa Trichoderma sp sebagai bahan aktif aktivator pengomposan. Sebagai bahan organik, kulit buah kakao mempunyai komposisi hara dan senyawa yang sangat potensial sebagai medium tumbuh tanaman. Kadar air dan bahan organik pada kakao lindak sekitar 86%, pH 5,4, N total 1,30%, C organik 33,71%, P2O5 0,186%, K2O 5,5%, CaO 0,23%, dan MgO 0,59%.