Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pakar Kopi
perpus_digital
SKM
LPSE
Ejurnal
Kalender Tanam
TV-TANI
WBS
pui-balittri
satu-layanan
PPID
Saber Pungli
WBK
Sigap UPG
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1589743
PERAN JAMUR PELAPUK PUTIH DALAM PEROMBAKAN LIMBAH POD KAKAO MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Nendyo Adhi Wibowo   
Kamis, 08 Desember 2016 22:24

Jamur Pelapuk Putih (JPP) merupakan kelompok mikroba yang dapat dimanfaatkan dalam membuka struktur dinding biomassa lignoselulosa limbah kulit buah kakao (pod), dan paling efisien dalam merombak lignin secara sempurna menjadi karbondioksida (CO2). JPP menghasilkan enzim lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP), versatile peroksidase (VP) dan lakase (Lac) yang berperan dalam perombakan komponen penyusun limbah kulit buah kakao.

Hasil perombakan komponen limbah kulit buah kakao  dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai sumber unsur hara bagi tanaman dalam bentuk kompos dan pupuk; bahan baku pakan ternak; sumber energi alternatif biogas dan biohidrogen; dan sumber pektin.  Sebagai sumber unsur hara maka limbah kulit kakao perlu dipersiapkan dalam bak-bak fermentasi pada kadar air antara 60-70% sehingga perombakan oleh jamur pelapuk dapat berlangsung sempurna (Gambar 1), sedangkan sebagai bahan baku pakan ternak, kulit buah kakao dengan kandungan protein kasar 8,5% perlu perlakuan awal dengan jamur pelapuk dan penambahan bahan rangsum berupa dedak, garam, dan mineral (Gambar 2).

Pengembangan teknologi perombakan limbah kulit buah kakao dapat mamanfaatkan jamur pelapuk seperti Polyota sp, Agraily sp, Phanerochete chrysosporium, Pleurotus ostreatus, dan Lentinus endones. JPP tersebut juga dapat dikombinasikan dengan beberapa Trichoderma sp sebagai bahan aktif aktivator pengomposan. Sebagai bahan organik, kulit buah kakao mempunyai komposisi hara dan senyawa yang sangat potensial sebagai medium tumbuh tanaman. Kadar air dan bahan organik pada kakao lindak sekitar 86%, pH 5,4, N total 1,30%, C organik 33,71%, P2O5 0,186%, K2O 5,5%, CaO 0,23%, dan MgO 0,59%.