Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
Ejurnal
PPID
Kalender Tanam
TV-TANI
WTP
satu-layanan
perpus_digital
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 38 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 562173
BERBAGAI TEKNIK PENYETEKAN PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Handi Supriadi   
Rabu, 01 Februari 2017 11:04

1. Setek batang

Bahan tanam untuk setek batang berupa batang kopi Robusta sepanjang 20-30 cm, yang telah dikupir (dipotong) daunnya. Batang tersebut kemudian  ditancapkan/ditanam ke bedengan perakaran. Akar pada setek batang mulai muncul pada umur 1,5-2 bulan setelah tanam di bedengan.  Penanaman di lapang dapat dilakukan setelah setek batang berumur  5-6 bulan setelah tanam di bedengan. Penanaman setek batang langsung di lapangan (kebun) tidak dianjurkan karena hasilnya tidak baik.

2. Setek Ruas

Teknik setek ruas telah diterapkan secara meluas di Indonesia, terutama di perkebunan besar dan di perkebunan rakyat secara terbatas. Bahan tanam untuk setek ruas berupa setek satu ruas dari tunas ortotrop berumur 5-6 bulan dan  berasal dari kebun entres klon unggul anjuran (ceding) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.  Panjang setek 6-8 cm,  ruas yang digunakan adalah nomor 2-4 dari pucuk, dan memiliki sepasang daun yang telah dikupir serta pangkalnya dipotong miring satu arah (Gambar 1). Setek ditanam di bedengang dengan cara menakan bagian atas setek  menggunakan ibu jari sedalam 7 cm dan kemiringan 10-20 derajat (Gambar 2), kemudian ditutup dengan sungkup plastik (Gambar 2).  Setek ruas/setek berakar dapat dipindakan ke polibag/pembibitan pada umur 5-6 bulan.

3. Setek Belah

Setek belah sudah diaplikasikan secara meluas di Kamerun, Brasil dan India. Bahan tanam setek belah berupa setek ruas yang dibelah menjadi dua bagian (Gambar 3). Teknik penanamannya sama dengan setek ruas. Setek belah lebih efisien dalam menggunakan setek dibandingkan setek ruas, namun kelemahannya jika dalam waktu 2-3 minggu setelah tanam di bedengan setek terjadi gugur daun, maka setek akan mati. Disamping iu diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan luka bekas pembelahan.

4. Setek daun bermata tunas

Bahan tanam setek daun bermata tunas  berasal dari sayatan setek di bawah tangkai daun ke arah (sedikit di atas mata tunas reproduksi),  berbentuk kayu tipis berkulit  sepanjang 3-5 cm  dengan tunas dorman pada ketiak daunnya (Gambar 4). Bahan tanam setek daun bermata tunas kemudian ditanam di bedengan penyetekan  (Gambar 5). Akar  umumnya tumbuh lebih cepat dibandingkan tunasnya dan pada umur tertentu pertumbuhan tunasnya lebih jagur dibandingkan setek ruas atau setek belah. Akar tunggang semu (psedo tap-root) tumbuh lebih baik dibandingkan setek ruas atau setek belah. Bahan setek yang dipakai lebih efisien, gugur daun relatif sedikit dan luka bekas sayatan lebih cepat pulih.

5. Setek sambung

Setek sambung  pada prinsipyna adalah penyambungan dua bahan setek menjadi  satu bagian. Setek bagian atas biasanya merupakan klon unggul anjuran (seperti BP 534, BP 358 dan lain-lain)  yang pangkalna disayat seperti baji, sedangkan setek bagian bawah adalah klon yang terhadap nematoda dan kekeringan (seperti BP 308)  yang telah dibelah ujungnya dan bagian pangkalnya disayat miring. Pangkal setek bagian atas kemudian dimasukan ke belahan ujung setek bagian bawah dan diikat dengan tali plastik.  Agar setek sambung dapat tumbuh dengan baik  maka pada kedua bagian setek tersebut  harus ada sepasang daun yang dikupir (Gambar 6).

Selanjutnya kedua bagi setek yang telah disambug  ditanam di bedengan penyetakan.  Salah satu kelebihan setek sambung adalah dapat  memperpendek waktu untuk mendapatkan bahan tanam asal setek yang telah disambung, yang keduanya sudah klonal.