BAHAN PEMBAWA BIOFUNGISIDA Trichoderma sp. YANG EFEKTIF MENEKAN SERANGAN JAMUR AKAR PUTIH PADA KARET

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pengendalian Jamur Akar Putih (JAP) yang banyak dikembangkan adalah melalui pemanfaatan Trichoderma sp. dengan mekanisme di antaranya adalah kompetisi, antibiosis, induksi ketahanan, dan menghasilkan metabolit sekunder yang dapat mematikan patogen.  Saat ini Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) telah mengoleksi beberapa jenis Trichoderma sp. yang potensial sebagai agens hayati terhadap JAP, di antaranya  T. virens, T.  hamatum, T. amazonicum, dan T. atroviride. Keempat jenis tersebut telah diuji in vitro dan in vivo yang memperlihatkan daya hambat tinggi terhadap Rigidoporus microporus dan mampu menekan intensitas penyakit JAP 66,7%–91,0% pada bibit karet. Untuk aplikasi di pembibitan sampai tanaman dewasa di lapang, perkembangan populasi dan kemampuan penekanan Trichoderma sp. dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan pH. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keefektifannya dibuat dalam bentuk biofungisida dengan bahan pembawa talk, kompos, dan molase.

Daya hambat Trichoderma sp. terhadap R. microporus in vitro

Mana yang Terbaik?

Hasil penelitian menunjukkan keempat jenis Trichoderma memiliki keefektifan sama dalam menekan penyakit JAP pada bibit karet. Bahan pembawa talk, kompos, dan molase dapat meningkatkan kemampuan pertumbuhan populasi Trichoderma sp. dalam tanah hingga 14 x 10^3 cfu/g. Penggunaan bahan pembawa talk untuk biofungisida Trichoderma sp. dapat menunda munculnya gejala serangan JAP lebih lama (73,84 hari) dibandingkan dengan kompos dan molase. Bahan pembawa talk juga mampu menekan serangan JAP pada 90 HSA sebesar 83,80%, lebih efektif dibandingkan dengan molase dan kompos.

Biofungisida Trichoderma sp. bahan pembawa talk

Bahan pembawa kompos lebih cepat meningkatkan serangan JAP karena patogen R. microporus mampu berkembang baik pada media tanam yang mengandung bahan organik tinggi serta kondisi lembap. Rizomorf patogen semakin mudah berkembang dan mengkolonisasi sistem perakaran. Berbeda dengan bahan pembawa talk yang mengandung nutrisi rendah, Trichoderma sp. dapat berkembang baik pada tanah. Hal ini diduga karena Trichoderma sp. mampu mempertahankan diri dengan membentuk klamidospora sehingga tetap efektif setelah diaplikasikan. Talk sebagai bahan pembawa biofungisida dengan bahan aktif Trichoderma sp. telah banyak digunakan dan efektif untuk pengendalian penyakit tanaman lainnya. Talk sebagai bahan pembawa T. harzianum juga efektif mengendalikan penyakit damping off pada tanaman cabai dibandingkan kompos. (Widi Amaria/Dani)

 

Sumber: Keefektifan Biofungisida Trichoderma sp. dengan Tiga Jenis Bahan Pembawa terhadap Jamur Akar Putih Rigidoporus microporus (Widi Amaria, Funny Soesanthy, dan Yulius Ferry)
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 3 (1) 2016: 37-44. doi:http://dx.doi.org/10.21082/jtidp.v3n1.2016.p37-44

Highlights



Pengunjung

We have 94 guests and no members online

Statistik

Articles View Hits
1047450

Kunjungan

Hari IniHari Ini394
KemarinKemarin1131
Minggu IniMinggu Ini3488
Bulan IniBulan Ini22491
TotalTotal38684
IP Anda : 44.211.22.31

Hak Cipta © 2017 Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)
Jalan Raya Pakuwon Km. 2 Parungkuda, Sukabumi, 43357 Jawa Barat Indonesia
Telp. +62-266-6542181 Fax. +62-266-6542087 e-mail: balittri@litbang.pertanian.go.id, balittri@gmail.com