PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG ZEUZERA COFFEAE (LEPIDOPTERA: COSSIDAE)

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Zeuzera coffeae Nietner (Lepidoptera: Cossidae) atau disebut juga penggerek batang merah (red stem borer/red twig borer/red borer) merupakan salah satu hama penggerek batang kopi. Serangga ini menyebabkan kerusakan tanaman pada saat stadium larva. Larva Z. coffeae  umumnya membuat lubang gerekan pada bagian batang, tetapi dapat juga ditemukan pada bagian ranting/cabang tanaman kopi. Lubang yang terbentuk, semacam  terowongan, mengakibatkan batang yang terserang menjadi rapuh/mudah patah, layu atau bahkan kering dan mati karena distribusi hara dan air terganggu.

Sebagian besar siklus hidup hama ini yang hidup di dalam batang atau cabang tanaman, pengendalian menggunakan pestisida yang bersifat racun kontak menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan usaha Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menggunakan dua atau lebih teknik pengendalian dalam satu kesatuan, yang meliputi kultur teknis, biologi, mekanik/fisik dan kimia, untuk mencegah dampak kerusakan mencapai ambang batas ekonomis.

Pembersihan sisa-sisa tanaman dapat mengurangi laju peningkatan populasi dan ketahanan hidup hama. Penanaman tanaman penyangga (barrier crops), seperti talas atau ubi jalar atau spesies Pueraria menggunakan ajir dengan ketinggian tertentu dapat membantu membatasi penyebarluasan hama yang memiliki sejumlah besar tanaman inang. Penggunaan musuh alami larva Z. coffeae, yaitu Beauveria bassiana, Semut, Burung pelatuk sebagai predator larva Z. coffeae. Pemangkasan cabang terserang yang terdapat larva di dalamnya. Pada kasus serangan telah mencapai akar, perlu dilakukan pencabutan akar/pembongkaran seluruh tanaman. Sisa-sisa tanaman tersebut kemudian dikumpulkan dan dibakar. Penangkapan ngengat dewasa di malam hari menggunakan perangkap cahaya untuk mengurangi populasi.

Pengendalian kimia dengan pestisida sintetik digunakan sebagai pilihan terakhir dengan tetap memperhatikan dosis yang dianjurkan. Insektisida yang direkomendasikan yaitu 0,25% a.i. dieldrin, 2% a.i. chlorpyrifos, atau 80% dichlorvos EC (1: 100). Aplikasi dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan insektisida ke dalam lubang gerek pada cabang atau batang yang besar, menyumbat/menutup lubang-lubang gerek dengan kapas yang sebelumnya telah dicelupkan dalam insektisida, dan menginfus tanaman dengan insektisida sistemik baik melalui batang maupun ujung akar.

Sumber: Medkom Vol 4 No 8, Agustus 2016

Highlights

Pengunjung

We have 120 guests and no members online

Statistik

Articles View Hits
1111450

Kunjungan

Hari IniHari Ini27
KemarinKemarin935
Minggu IniMinggu Ini2733
Bulan IniBulan Ini2733
TotalTotal88028
IP Anda : 44.210.77.106

Hak Cipta © 2017 Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)
Jalan Raya Pakuwon Km. 2 Parungkuda, Sukabumi, 43357 Jawa Barat Indonesia
Telp. +62-266-6542181 Fax. +62-266-6542087 e-mail: balittri@litbang.pertanian.go.id, balittri@gmail.com