PENINGKATAN HASIL SADAP KARET MENGGUNAKAN ETEPHONE

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting sehingga upaya peningkatan hasil tanaman tersebut terus dilakukan. Salah satu kegiatan pokok dalam budidaya tanaman karet adalah penyadapan, yaitu membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar getah mengalir. Produksi lateks dari tanaman karet disamping ditentukan oleh keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman, klon unggul, juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan. Dalam dua sampai tiga dasawarsa terakhir ini telah dikembangkan pula penggunaan stimulan pada saat penyadapan karet. 

Sumber: Siregar et al., 2013

 

Gambar 1. Langkah-langkah aplikasi stimulan ethephone

Penggunaan stimulan bertujuan untuk meningkatkan produksi lateks dan memperpanjang masa pengaliran lateks tanaman karet. Stimulasi lateks umumnya dilaksanakan pada tanaman karet yang telah dewasa dengan tujuan untuk mendapatkan kenaikan hasil lateks sehingga diperoleh tambahan keuntungan bagi petani/ pengusaha perkebunan karet. Bahan perangsang yang biasa dipakai untuk perangsangan dengan cara oles adalah stimulant berbahan aktif ethepon dengan berbagai merek dagang seperti Ethrel, ELS dan Cepha. Bahan aktif ini mengeluarkan gas etilen yang jika diaplikasikan akan meresap ke dalam pembuluh lateks. Di dalam pembuluh lateks gas tersebut menyerap air dari sel-sel yang ada di sekitarnya. Penyerapan air ini menyebabkan tekanan turgor naik yang diiringi dengan derasnya aliran lateks. 

Tabel 1. Pengaruh pemberian stimulant ethephon pada klon GT1 dan PR 261

 

Klon

Perlakuan

Hasil (kg/tahun/ha)

GT 1

Tanpa stimulant

1843

Stimulan 10%

2212

Peningkatan

369

PR 261

Tanpa stimulant

1265

Stimulan 10%

2060

Peningkatan

795

 

Sumber: Siregar et al., 2013

Agar stimulasi menggunakan ethephone memberikan hasil yang bagus, perlu diperhatikan beberapa hal yaitu konsentrasi dan dosis yang tepat, teknik aplikasi yang tepat, dan waktu aplikasi yang tepat. Selain itu, tanaman yang akan distimulasi harus dalam keadaan sehat dan telah dewasa (berumur 10-15 tahun), serta sedang tidak menggugurkan daunnya.


Sumber: Medkom 2015

 

Highlights

Pengunjung

We have 83 guests and no members online

Statistik

Articles View Hits
1111356

Kunjungan

Hari IniHari Ini925
KemarinKemarin703
Minggu IniMinggu Ini2696
Bulan IniBulan Ini2696
TotalTotal87991
IP Anda : 44.210.77.106

Hak Cipta © 2017 Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)
Jalan Raya Pakuwon Km. 2 Parungkuda, Sukabumi, 43357 Jawa Barat Indonesia
Telp. +62-266-6542181 Fax. +62-266-6542087 e-mail: balittri@litbang.pertanian.go.id, balittri@gmail.com