-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
Kalender Tanam
WBK
TV-TANI
PPID
Pakar Kopi
Lapor.go.id
WBS
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
SKM
pui-balittri
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 32 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1151356
MENCARI ALTERNATIF BAHAN PENGISI LUBANG BIOPORI UNTUK TANAMAN KARET PDF Cetak E-mail
Info Teknologi
Oleh Saefudin   
Selasa, 06 Agustus 2019 08:43

Lubang Resapan Biopori(LRB) atau yang biasa disebut dengan Biopori merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan air. Solusi yang ditemukan oleh Bp. Kamir L. Brata seorang ilmuwan dari IPB ini telah banyak digunakan untuk mengatasi banjir dan kekeringan di beberapa wilayah di Jawa Barat. Dalam budidaya karet, Biopori juga dibuat di sekeliling pohon untuk mengatasi kekeringan pada lahan karet.  Biopori merupakan lubang pada tanah berdiameter 10 sampai 30 cm sedalam 80 sampai 100 cm. Lubang tersebut kemudian diisi dengan bahan organic seperti daun kering maupun sisa makanan. Bahan organic yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehingga aktifitasnya meningkat dan akan semakin banyak pori pori tanah yang terbentuk yang dapat memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisika tanah. Penelitin yang dilakukan oleh Saefudin menunjukkan bahwa pemberian bahan organik yang berbeda pada biopori di pertanaman karet mempengaruhi pertumbuhan tanaman karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain jerami padi, batang pisang dapat menjadi alternatif pengisi lubang biopori pada tanaman karet muda.

Musim kemarau yang berkepanjangan disertai dengan meningkatnya suhu udara, mengakibatkan ketersediaan air semakin berkurang. Pada tanaman karet, kekurangan air selain dapat menghambat pertumbuhan tanaman juga mengakibatkan produksi lateks berkurang 30% - 80% .Upaya untuk mengatasi stres air pada tanaman karet perlu dilakukan agar tanaman tersebut terhindar dari kerusakan bahkan kematian. Berbagai teknologi sudah diterapkan untuk meningkatkan ketersediaan air di dalam tanah, diantaranya adalah pembuatan rorak, mulsa, pemberian pupuk organik dan pembuatan lubang biopori. Biopori adalah pori dalam tanah yang dibentuk oleh makhluk hidup, seperti mikroorganisme tanah dan akar tanaman. Bentuk biopori menyerupai liang (terowongan kecil) di dalam tanah dan bercabang – cabang dan sangat efektif untuk menyalurkan air dan udara ke dalam tanah. Pembuatan lubang biopori dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah dan luas liang pori yang terbentuk ke segala arah di dalam tanah, sehingga dengan bertambahnya luas liang pori tersebut maka jumlah (volume) peresapan air ke dalam tanah akan semakin meningkat. Bahan organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehingga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk yang dapat memperbaiki kondisi tanah/sifat tanah baik kimia, biologi, juga fisikanya. Pada tanaman karet muda, sumber bahan organik diantaranya adalah daun karet yang gugur, gulma yang masih dapat tumbuh di antara lorong pertanaman karet, dan beberapa jenis tanaman sela yang biasa dikembangkan diantara tanaman karet muda. Beberapa jenis tanaman sela yang umum dijumpai pada tanaman karet muda diantaranya adalah padi gogo, jagung, kacang tanah dan pisang (Saefudin e-mail: udzin61@gmail.com).

 

Artikel terkait