Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
WTP
TV-TANI
WBS
Kalender Tanam
Ejurnal
WBK
PPID
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 114 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 603767
Teknologi Budidaya

1. Teknologi pemupukan organik dengan pelarut P dan K pada tanaman kopi robusta

Tanah yang rendah tingkat kesuburannya dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan kelompok mikrobia indigenous pelarut fosfat melalui peningkatan kelarutan pupuk P yang diberikan maupun senyawa P yang tertinggal sebagai residu tanah. Mikroba pelarut P mampu berperan melepaskan ikatan P tersebut dan menyediakannya bagi tanaman. MPF yang potensial memiliki kemampuan melarutkan unsur hara P antara lain Bacillus dan Aspergillus. Inokulasi MPF mampu meningkatkan berat biomass dan serapan hara N, P, dan K. Pemberian pupuk NPK dengan interval tiga kali dan mikroba sebanyak 20 g/th dapat meningkatkan ketersediaan hara K dan Ca sebesar 25 %. Penggunaan pupuk hayati pelarut P dan K pada berbagai sumber bahan organik memberikan pengaruh yang positif terhadap tanaman kopi asal setek berakar. Keunggulan yang ditonjolkan dari teknologi penggunaan pupuk hayati pelarut P dan K adalah mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 25%. Selain itu, teknologi ini juga dapat memanfaatkan bahan organik lokal yang tersedia. Dengan demikian, penggunaan teknologi ini, mampu mengefisienkan usahatani kopi secara signifikan.

 

2. Teknologi fermentasi biji kakao basah dengan waktu yang lebih singkat

Proses fermentasi diperlukan untuk menghasilkan biji kakao dengan kualitas yang baik dan mutu biji yang seragam serta diharapkan untuk memperoleh citarasa yang lebih baik. Salah satu upaya untuk mempercepat proses penguraian tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan mikroba yang dapat membantu percepatan penguraian gula pada pulpa, salah satunya Rhizopus sp.. Penggunaan Rhizopus sp. sebanyak 1% dari berat biji kakao basah sebagai agens fermentasi dapat mempersingkat waktu fermentasi yang tadinya membutuhkan waktu selama 5-7 hari menjadi 3 hari. Selain itu penggunaan Rhizopus sp. ini lebih mudah dalam hal pengaplikasiannya serta mudah didapatkan.

 

3. Teknologi pengemasan dan penyimpanan entres kopi robusta untuk meningkatkan viabilitas benih

Salah satu faktor pembatas keberhasilan pendistribusian entres kopi adalah tingkat kesegarannya. Peningkatan lama simpan entres kopi tersebut akan membantu penyediaan entres untuk perbanyakan kopi robusta secara vegetatif, yaitu penyetekan dan penyambungan. Teknik pengemasan entres kopi rosbuta dengan menggunakan pengemas plastik + koran + superabsorbent polyacrylamide polymer mampu mempertahankan viabilitas entres kopi robusta sebesar 75% walaupun telah melewati  masa distribusi entres selama ± 10 hari  pada suhu 35-40 OC.