Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
Newsletter
perpus_digital
Kalender Tanam

Video

Download

Online

Terdapat 2 Tamu online

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 195910

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Forum Litbang

Peran Penelitian Perkebunan dalam Mendukung Pelaksanaan Program Kementerian Pertanian PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Senin, 18 Juli 2011 15:36

Dihadapkan pada berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan yang sangat dinamis serta  persoalan mendasar di  sektor  pertanian seperti meningkatnya jumlah penduduk; tekanan  globalisasi dan  permintaan pasar; pesatnya kemajuan teknologi dan informasi; makin terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi; perubahan iklim global; perkembangan dinamis sosial budaya masyarakat; kecilnya status dan luas kepemilikan lahan; masih terba- tasnya kemampuan sistem perbenihan dan perbibitan nasional, terbatasnya akses petani terhadap permodalan; masih lemahnya kapasitas kelembagaan petani dan penyuluh; masih rawannya ketahanan pangan dan energi; masih rendahnya nilai tukar petani dan kurang harmonisnya koordinasi kerja antar sektor terkait pembangunan pertanian maka pembangunan pertanian ke depan menghadapi banyak tantangan.

Peran penelitian menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan- tantangan tersebut, terutama penyediaan benih dan bibit unggul bermutu, teknik budidaya yang lebih maju dan teknologi prosesing yang makin beragam yang dapat meningkatkan nilai tambah dan metode alih teknologi yang cepat dari teknologi yang tepat guna.

KONDISI UMUM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Secara  umum  harga  komoditas pangan  dalam  negeri  lebih  stabil  jika dibandingkan dengan harga internasional. Di sisi lain, surplus produksi beras memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor beras, yang   sudah barang tentu akan meningkatkan pendapatan petani dan citra pertanian Indone- sia. Selain produksi padi yang meningkat dan bahkan mencapai swasembada, selama periode pembangunan lima tahun terakhir, pembangunan pertanian juga mencatat sejumlah keberhasilan seperti: peningkatan produksi beberapa ko- moditas pertanian, ketersediaan energi dan  protein, membaiknya skor Pola Pangan Harapan (PPH), dan semakin banyaknya hasil penelitian dan pengem- bangan pertanian. Selama tahun 2005-2008, rata-rata pertumbuhan produksi yang cukup tinggi setiap tahunnya ditunjukkan oleh tebu (3,82%), kelapa sawit (8,88 %), kakao (2,24%), daging sapi (5,53%), daging ayam broiller (6,52%), mangga (14,22%), durian (8,77%), bawang merah (5,23 %) dan anggrek (28,79%). Ketersediaan energi dan protein per kapita meningkat sebesar 0,45% untuk energi dan 1,98% untuk protein. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) men- ingkat dari 74 pada tahun 2006 menjadi 81,9 pada tahun 2008. Sektor perkebu- nan dapat membuka kesempatan kerja baru sekitar 300 ribu tenaga kerja perta- hun, pendapatan petani terus mengalami peningkatan diharapkan sampai tahun 2011 menjadi US$ 1.660/KK/Th/2ha dengan nilai tukar petani pekebun sebesar 106,7 % dan penerimaan ekspor US$ 37,52 milyar. Di bidang penelitian dan pengembangan, telah dihasilkan 191varietas unggul padi, 46 varietas unggul jagung, dan 64 varietas unggul kedelai, serta inovasi pola tanam, pemupukan,bioteknologi, PHT, alat mesin pertanian, dan lain sebagainya.

PERAN PENELITIAN PERKEBUNAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN.

Selama lima tahun ke depan (2010 – 2014) pembangunan pertanian di Indonesia, Kementerian Pertanian mencanangkan 4 (empat) target utama yaitu: (1) Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, (2) Peningkatan diversifikasi pangan, (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor serta (4) Peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, peneli- tian akan sangat berperan dalam penyediaan varietas-varietas dengan tingkat produktivitas yang tinggi dan berumur genjah. Ketersediaan lahan pertanian yang semakin sempit dan ekstensifikasi yang akan terbatas memkasa menca- paian produksi sebagaian besar   ditempuh dengan cara intensifikasi. Ket- ersediaan varietas berumur genjah pada padi dapat meningkatkan intensitas panen  sampai  400%.  Lembaga  Penelitian  Pertanian  telah  menghasilkan 191varietas unggul padi, 46 varietas unggul jagung, dan 64 varietas unggul kedelai. Perbanyakan benih tebu secara kultur jaringan juga sudah diperoleh dan ini akan menjamin ketersediaan benih unggul secara massal dan berkesi- nambungan. Teknologi pemupukan berimbang yang sesuai dengan daerahnya. Teknologi penyediaan pupuk organik berbasis bahan baku local. Ternak yang berdaya produksi tinggi dan teknologi pakan ternak akan menunjang target sector pertanian dalam penyediaan daging sapi 0,55 ton/tahun.

Dalam peningkatan diversifikasi pangan, penelitian terus berusaha menda- patkan teknologi pengolahan hasil, seperti pengolahan tepung tapioca, sagu dan umbi-umbian lainnya menjadi makanan yang lebih baik (mie, roti, kue,bakso dan sebagainya), sehingga target penurunan konsumsi beras sebesar 3% dapat tercapai.

Dalam peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, penelitian akan dapat menyediaan teknologi hilir yang berbasis komoditas seperti pengolahan tepung dari beras, singkong, sagu dan ganyong. jagung dan kedele, susu, mete, lada bubuk, lada hijau, biodiesel, bioavtur, minyak gosok, sabun dari jarak pagar dan kemiri sunan, tinta dan lem kayu dari gambir, produk turunan dari CPO dari kelapa sawit,formula makanan bayi dari kelapa, minyak atsiri dan turunan dari nilam, sereh wangi dan akar wangi, obat herbal untuk ternak dari jahe, kunyit dan tanaman obat lainnya,   pakan ternak skala kecil; pengolahan produk pangan fermentasi dan non fermentasi, derivasi produk.

Sedangkan peningkatan kesejahteraan petani, selain ditempuh dengan peningkatan produktivitas tanaman pangan tetapi juga ditempuh dengan pen ingkatan produktivitas dan diversifikasi produk dari tanaman perkebunan seba- gai  komoditas ekspor dan  penyedia bahan baku sector industry. Penelitian perkebunan difokuskan pada 15 komoditas strategis yang menjadi unggul na- sional yaitu karet, kelapa sawit, kelapa, kakao, kopi, lada, jambu mete, teh, cengkeh, jarak pagar, kemiri sunan, tebu, kapas, tembakau dan nilam. Hasil- hasil penelitian dari komoditas di  atas telah menunjukan peningkatan yang cukup berarti. Penelitian telah menghasilkan klon karet dengan produksi dan mutu yang tinggi; varietas kelapa sawit dengan produktivitas > 40 ton/ha/tahun TBS segar, kelapa sawit varietas dumpy yang tahan naungan sehingga dapat digunakan pada peremajaan secara bertahap; penyediaan benih kelapa dari kebun induk komposit, benih kelapa kopyor cara kultur jaringan; kakao dengan perbanyakan kultur jaringan yang dapat menyediaakan benih secara massal dengan mutu yang tinggi; kopi toleran terhadap serangan nematoda, hamelia fastatrik; lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang, lada hibrida dengan produktivitas mencapai 6 ton/ha/tahun lada kering; varietas jambu mete pro- duksi tinggi toleran terhadap serangan hama helopeltis; teh dengan kadar kate- chin tinggi; varietas cengkeh Afo, karo, dan varietas unggul local; penyediaan bahan tanaman tebu secara massal dan murah melalui kultur jaringan dan somatic emryogenensis; varietas kapas Kanisia sampai pada Kanisia 15 den- gan serat yang lebih panjang dan produktivitas tinggi; varietas-varietas tem- bakau spesifik daerah, kadar nikotin yang rendah;  perbanyakan nilam dengan cara kultur jaringan dan SE; jarak pagar IP3, jarak pagar hibrida sebagai bahan baku bioavtur dimasa depan; dan aksesi kemiri sunan dengan produktivitas dan rendemen minyak yang tinggi, sebagai sumber bahan nabati yang tidak ber- saing dengan pangan, cara peremajaan kelapa sawit rakyat yang mudah dan murah, teknologi remidiasi lahan bekas tambang timah untuk budidaya tanaman lada di Bangka.  Serta inovasi pola tanam, pemupukan, bioteknologi, PHT, alat mesin pertanian, pengolahan hasil dan lain sebagainya. Merupakan hasil penelitian sebagai inovasi yang dapat menunjang peningkatan petani. Sedang- kan dalam rangka koordinasi penelitian  perkebunan agar lebih efisien, efektif dan tepat guna  Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan telah ditun- juk sebagai satu-satunya lembaga koordinator pernelitian perkebunan di Indo- nesia.

Peran penelitian adalah sebagai inovasi pendorong peningkatan swasembada, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani (Yulius Ferry/Balittri)

 

 

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com